Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Makkunrai 2026

Cicu Ulas Tantangan Perempuan: Akses Modal Sulit Hingga Beban Ganda Keluarga

Cicu sapaanya menyebut mayoritas pekerja perempuan masih berada di sektor informal. 

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz
MAKKUNRAI 2026 - Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi dalam talkshow di Makkunrai 2026, di Mall PiPo, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar pada   Rabu (22/4/2026) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Perempuan hari ini masih dihadapkan pada berbagai tantangan.

Mulai dari keterbatasan akses ekonomi, dominasi di sektor informal, hingga beban ganda antara pekerjaan dan urusan domestik.

Hal ini diulas Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi dalam talkshow di Makkunrai 2026, di Mall PiPo, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar pada   Rabu (22/4/2026)

Cicu sapaanya menyebut mayoritas pekerja perempuan masih berada di sektor informal. 

Sekitar 64 persen perempuan bekerja di sektor tersebut,.

Sehingga cenderung tidak tercatat secara resmi dan rawan memiliki penghasilan di bawah standar upah minimum.

“Kondisi ini membuat banyak perempuan tidak mendapatkan jaminan kesehatan maupun perlindungan ketenagakerjaan seperti BPJS. Mereka luput dari pantauan pemerintah, padahal kontribusinya terhadap ekonomi cukup besar,” ujar Cicux

Ia juga menyoroti minimnya akses perempuan terhadap layanan dasar.

Termasuk perlindungan hukum dan penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga. 

Menurutnya, kondisi ini semakin memperlihatkan adanya ketimpangan yang masih dialami perempuan.

Selain itu, persoalan permodalan menjadi tantangan paling menonjol. 

Banyak perempuan pelaku usaha yang hanya mengandalkan modal terbatas.

Sebab kesulitan mengakses pinjaman dari perbankan karena tidak memiliki jaminan.

“Perempuan berusaha pakai modal pas-pasan mereka mau ajukan modal ke perbankan tapi tidak punya jaminan. Akses  ke perbankan kesulitan saat mau akses pemodalan harus pinjam nama suaminya dan usaha suaminya," jelasnya.

"Hal Ini menyulitkan perempuan naik kelas," lanjutnya.

Cicu juga menyinggung beban ganda yang harus ditanggung perempuan. 

Di satu sisi, perempuan berperan sebagai penopang ekonomi keluarga.

Namun di sisi lain tetap harus menjalankan peran domestik di rumah.

“Selain jadi tulang punggung ekonomi keluarga, tapi harus menyelesaikan urusan domestik di rumah. Kayak saya  ini ketua DPRD Sulsel, pulang ke rumah masih harus urus anak ku dan suamiku. Itulah perempuan kita harus menanggung beban ganda," tegasnya.

Tantangan inilah yang dihadapi perempuan saat ini.

Pemerintah pun perlu hadir menekan tantangan ini.

 


Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved