Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Cuaca Makassar

Suhu Udara di Makassar Terasa Panas, BMKG: Masih Normal

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar Farid menyebut potensi hujan di Sulsel masih terlihat.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz
KEMARAU SULSEL - Kondisi langit dari Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulsel pada Kamis (16/4/2026) sore. Suhu di Kota Makassar terasa panas tapi BMKG menyebut dalam batas normal. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sulawesi Selatan (Sulsel) masih dalam masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar Farid menyebut potensi hujan masih terlihat.

Meskipun secara umum potensinya rendah.

"Jadi hujan masih ada 1-10 hari, kecuali di Jeneponto terlihat tidak terjadi hujan jadi masuk dalam kategori menengah tanpa hujan. Daerah lain masih ada hujan," kata Farid saat dihubungi Tribun-Timur.com, pada  Kamis (16/4/2026) sore.

Hujan dengan intensitas cukup tinggi di wilayah utara.

Khususnya Toraja Utara, Tana Toraja, Luwu Utara, Luwu Timur hingga Palopo.

Wilayah ini memang memiliki musim berbeda dari umumnya.

Wilayah Sulsel bagian utara mendapat hujan sepanjang tahun.

"Sedangkan wilayah lain pesisir selatan secara umum masuk kemarau itu," jelasnya.

Baca juga: Suhu Udara Maros Capai 33 Derajat Celcius, BMKG: ke Depan Cuaca Lebih Panas Lagi

Wilayah pesisir selatan meliputi Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng hingga Bulukumba.

Terkait suhu udara yang terasa panas, Farid  menyebut masih tergolong normal.

"Untuk temperatur masih normal, tertinggi masih 35-36 derajat, masih normal panasnya," katanya.

"Mungkin sebelumnya hujan jadi sekarang kita rasa panas, tutupan awan juga sedikit," jelasnya.

Farid menyebut tutupan awan yang sedikit membuat suhu udara terasa panas.

Sementara musim hujan diprediksi mendapa puncaknya sekitar Juli - Agustus.

"Kemarau agak tinggi itu mulai Juli - Agustus," kata Farid.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV, Rizky Yudha, mengatakan Kabupaten Maros baru akan memasuki musim kemarau pada dasarian kedua bulai Mei.

Ia menyebut suhu udara panas disebabkan akibat tutupan awan yang mulai berkurang.

Ia menyebutkan dalam tiga hari terakhir, suhu udara berkisar 31-33 derajat celcius.

Sementara saat malam hari suhu turun menjadi 23 derajat celcius.

"Saat ini, tutupan awan mulai berkurang, jika cuaca umumnya cerah berawan, maka siang hari akan terasa panas dan malam hari akan terasa lebih dingin," bebernya, Kamis (16/4/2026).

Rizky menuturkan, saat memasuki musim kemarau, suhu udara bisa lebih panas lagi.

Apalagi terdapat potensi fenomena El Nino dengan intensitas lemah pada semester kedua tahun ini.(*)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved