Kurikulum Cinta dan Kelas Karakter untuk Perkuat Pembelajaran di MTsN 1 Makassar
Kepala MTsN 1 Makassar, Nuraedah, mengatakan sedang menjalankan berbagai program yang selaras dengan tren kurikulum
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Kurikulum cinta dan kelas karakter bagi siswa menjadi senjata di MTs Negeri 1 Makassar untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi para siswa dan siswinya.
Kepala MTsN 1 Makassar, Nuraedah, mengatakan sedang menjalankan berbagai program yang selaras dengan tren kurikulum saat ini yakni kurikulum cinta.
Ia memaparkan bahwa Kurikulum Cinta mencakup lima nilai utama atau Panca Cinta yang menjadi dasar pembinaan siswa.
“Jadi yang pertama itu adalah cinta kepada Allah dan Rasulnya yaitu bagaimana menguatkan anak-anak ee terkait bagaimana tingkat ya keimanan mereka, bagaimana menanamkan akhlakul yang baik kepada anak-anak kita,” katanya kepada Tribun Timur dalam sesi Ngobrol Virtual di Kantor Tribun Timur, Makassar, Kamis (16/4/2026).
Selain itu, kata dia, nilai cinta sesama juga ditekankan dalam pembentukan karakter siswa.
"Maksudnya bukan dalam artian cinta antara laki-laki dan perempuan tetapi kasih sayang, kasih sayang baik di antara sesama manusia ya dalam hal ini,” ungkapnya.
Nilai berikutnya adalah cinta ilmu sebagai bekal masa depan peserta didik.
"Nah tentunya harapan ini kita berharap bahwa anak-anak itu betul-betul bisa menggali keilmuan mereka sebagai bekal untuk masa depan mereka seperti itu,” ujarnya.
Selain itu, terdapat pula nilai cinta lingkungan yang berkaitan erat dengan konsep ekoteologi.
“Kemudian yang terakhir adalah cinta tanah air seperti itu,” kata dia.
Dalam implementasinya, MTsN 1 Makassar menghadirkan program unggulan berupa Kelas Karakter yang dirancang untuk mengembangkan potensi siswa secara lebih spesifik.
Program Kelas Karakter tersebut terdiri dari empat jenis kelas dengan fokus berbeda.
Mulai dari kelas Sains dan Riset, Tahfiz, Bilingual,dan kelas Informatika.
Setiap kelas memiliki keunggulan tersendiri, termasuk pembinaan tambahan di luar jam belajar reguler.
"Jadi misalnya kelas Tahfiz, kelas Tahfiz itu salah satu keunggulan mereka adalah melakukan pembinaan pembimbingan di luar dari jam reguler,” ungkapnya.
“Sama halnya dengan kelas karakter yang lainnya, kelas Sains dan Riset juga demikian, kemudian Bilingual juga demikian, di kelas Informatika juga demikian,” tambah dia.
Ia menegaskan bahwa perbedaan utama Kelas Karakter dibandingkan kelas reguler terletak pada intensitas pembinaan yang lebih mendalam.
"Nah Kelas Karakter inilah yang berbeda dengan yang lain, dengan madrasah yang lain karena memang ada program khusus yang dilakukan di madrasah dan ini luar biasa pembinaannya dibanding dengan kelas reguler,” ujarnya.
Dari segi waktu belajar, siswa di Kelas Karakter mendapatkan tambahan jam pembelajaran di luar jadwal normal.
“Alhamdulillah cukup (waktu belajar). Jadi seperti di Kelas Karakter itu misalnya ya perbandingan antara kelas reguler dengan kelas karakter ya, misalnya kelas reguler itu kan ada batasan waktu pembelajaran dari jam sekian itu sampai jam sekian,” jelasnya.
Sebagai contoh, siswa di kelas Tahfiz menjalani pembinaan hingga sore hari.
“Misalnya kelas Tahfiz itu masih tinggal sampai sore untuk setoran hafalan dan sebagainya dan itu di bawah pengawasan guru pendamping atau guru pembimbing, baik seperti itu,” kata dia.
| Pembuktian PSM Makassar! Tanpa Suporter, Janji Libas Bhayangkara FC |
|
|---|
| Serius Tangani Anak Putus Sekolah, Wali Kota Munafri Kerahkan Tim ATS Jemput Siswa Kembali Sekolah |
|
|---|
| PSM Makassar Main Tanpa Penonton, Dukungan Suporter Mengalir dari Mess hingga Parepare |
|
|---|
| BNNP Sulsel Terima Laporan Lewat Telepon: Vape Berisi Narkoba Beredar di Pangkep - Makassar |
|
|---|
| Ni’matullah Respons Isu Aliyah Mustika Ilham Tinggalkan Demokrat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kepala-MTsN-1-Makassar-Nuraedah-2026-6.jpg)