Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

New Makassar Mall Direvitalisasi, Legislator PKB Basdir: Adendum tak Sesuai Mekanisme 

Pemerintah Kota Makassar menyiapkan konsep baru untuk New Makassar Mall.

Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Renaldi Cahyadi
NEW MAKASSAR MALL - Anggota Komisi B DPRD Makassar, Basdir, saat ditemui di Gedung sementara DPRD Makassar, Jl Hertasning, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu. Basdir minta peninjauan ulang PKS Pemerintah dan Pengelola. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar menyiapkan konsep baru untuk New Makassar Mall.

Tujuannya, agar New Makassar Mall dapat kembali pusat ekonomi rakyat.

Langkah itu, mendapatkan dukungan dari Anggota Komisi B DPRD Makassar, Basdir.

Ia mengatakan, perjanjian kerja sama (PKS) harus ditinjau ulang oleh pemerintah dengan pihak pengelola.

Pasalnya, terdapat ketidaksesuaian dalam mekanisme addendum perjanjian terakhir. 

Salah satu poin yang disorot, kata Basdir, adalah peralihan pengelolaan area hall yang sebelumnya menjadi kewenangan pemerintah, namun kini berada di bawah kendali pengelola.

"Adendum terakhir itu menurut saya itu tidak sesuai dengan mekanisme, yang dulunya misalnya hall di dalam itu adalah area pengelolaan pemerintah, tiba-tiba diambil alih oleh pengelola," katanya, Selasa (14/4/2026).

Politisi PKB itu mengaku, sepinya pengunjung di Pasar Sentral tidak lepas dari buruknya penataan pedagang. 

Baca juga: 5 Kader DPC PKB Bulukumba Diusulkan Jadi Calon Ketua, Mantan Wakil Bupati vs Anggota DPRD Sulsel

Saat ini, aktivitas perdagangan dinilai hanya terpusat di area basement dan lantai dasar.

"Pedagang kaki lima disimpan di lantai atas, terus yang grosir disimpan di lantai bawah. Bagaimana ceritanya? Pasti mau orang belanja di bawah. Jadi itu salah satunya," ujarnya. 

"Kemudian fasilitas yang harus diperbaiki, luasannya untuk pedagang yang di basement. Itu kayak WC, lebih luas WC malah," tambah dia.

Pentingnya penataan ulang secara menyeluruh apabila Pemerintah Kota Makassar mengambil alih pengelolaan New Makassar Mall di masa mendatang.

"Kemudian pemerintah kota harus melakukan upaya untuk menarik minat masyarakat datang ke Sentral, upaya untuk kasih ramai. Bikin event di sana atau apa pun caranya, pokoknya caranya pemerintah kasih ramai kalau itu diambil alih," katanya.

Keberpihakan terhadap pedagang menjadi alasan utama dukungan terhadap peninjauan ulang tersebut. 

Ia menilai selama ini pedagang di New Makassar Mall belum mendapatkan perhatian yang memadai.

"Kalau saya sudah tepat sekali, bahkan dari dulu saya dorong ini kalau masalah Pasar Sentral. Sudah tepat dan saya pribadi mendukung itu untuk kepentingan pedagang. Kan selama ini pedagang terabaikan di sana," jelasnya.

"Tidak diatur dengan baik. Orang masuk karena salah satunya itu tadi karena di dalam sepi pengunjung, luasan tempat kecil, pedagang grosir di bawah, asongan kaki lima disuruh di atas. Jadi kalau saya dukung Pak Wali bagaimana caranya itu kemudian ditinjau ulang kemudian ditata ulang," tambahnya.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan Revitalisasi New Makassar Mall diarahkan untuk mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Pemerintah Kota Makassar ingin menjadikan kawasan ini sebagai sentra ekonomi baru.

"Minimal ini menjadi sentra UMKM yang layak bagi pengusaha lokal," katanya.

Penataan pedagang harus dilakukan masif agar tercipta ekosistem ekonomi yang hidup. 

Kehadiran banyak pelaku usaha dinilai penting untuk menarik pengunjung.

Appi, sapaan Munafri, juga melihat potensi sektor pariwisata dari penatakata Appi. 

Ke depan, Pemkot akan mempelajari berbagai model pengelolaan pasar dari daerah lain. Ini dilakukan sebagai referensi dalam menyusun konsep revitalisasi.

“Mungkin dalam minggu depan kami akan melihat contoh konsep yang bisa kita bangun," kata Appi. 

Ia memastikan seluruh rencana akan dibahas bersama pengelola dan pedagang. 

Ini untuk menghindari adanya pihak yang dirugikan dalam proses penataan. 

“Intinya UMKM yang akan kita gerakkan," ujar Appi.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved