Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wali Kota Makassar Munafri Ajak Warga Perkuat Solidaritas Lewat Tim KSB

Munafri Arifuddin menilai kehadiran KSB memiliki peran strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Erlan Saputra
PEMKOT MAKASSAR- Wali Kota Makassar Munafri usai kukuhkan Tim Kampung Siaga Bencana (KSB). Anjungan Tugu MNEK, Center Point of Indonesia (CPI), Makassar. Appi ajak warga perkuat kolaborasi lewat KSB. 

Ringkasan Berita:
  • Kota Makassar kini punya 60 Tim Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kecamatan Tamalate
  • Appi melantik 60 KSB itu di Anjungan Tugu MNEK, Center Point of Indonesia (CPI), Makassar
  • Kehadiran KSB memiliki peran strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat 

 

TRIBUN TIMUR, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, resmi mengukuhkan 60 warga Kecamatan Tamalanrea sebagai Tim Kampung Siaga Bencana (KSB). 

Pengukuhan tersebut berlangsung di Anjungan Tugu MNEK, Center Point of Indonesia (CPI), Makassar.

Puluhan warga yang dikukuhkan tersebut sebelumnya telah mengikuti pembekalan intensif terkait penanganan kebencanaan. 

Materi yang diberikan mencakup pemetaan potensi risiko, penyusunan jalur evakuasi, hingga pembagian peran dalam sistem penanggulangan bencana berbasis masyarakat.

Kecamatan Tamalanrea menjadi wilayah ketiga yang memiliki Tim KSB di Makassar, setelah sebelumnya dibentuk di Kecamatan Manggala dan Biringkanaya yang dikenal sebagai daerah rawan banjir.

Dalam kesempatan itu, Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Tim KSB tersebut. 

Ia menilai kehadiran KSB memiliki peran strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana, baik bencana alam maupun sosial.

“Pengukuhan ini sangat penting. Kita berharap tim ini selalu siap, meskipun kita semua tentu tidak menginginkan mereka harus benar-benar bekerja karena adanya bencana,” ujar Appi sapaannya, Selasa (14/4/2026).

Mantan CEO PSM Makassar itu menegaskan, anggota KSB merupakan garda terdepan di tengah masyarakat saat bencana terjadi. 

Mereka diharapkan mampu bergerak cepat, memahami alur penyelamatan, serta memberikan ketenangan bagi warga terdampak.

“Yang dikukuhkan hari ini adalah orang-orang yang paling memahami kondisi wilayahnya. Ketika terjadi bencana, merekalah yang pertama hadir untuk membantu dan memastikan warga tetap tenang,” tambahnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa program KSB merupakan inisiasi Kementerian Sosial Republik Indonesia. 

Program ini bertujuan membangun standar mitigasi bencana secara nasional. 

Melalui KSB, masyarakat didorong memiliki pemahaman yang sama dalam menghadapi situasi darurat.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved