KLB Campak
Kasus Campak di Makassar Turun di 2026, Hanya 2 Positif
Sampai hari ini Senin (13/4/2026), 22.544 anak di Makassar sudah mendapat imunisasi campak atau capai 27,7 persen.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kota Makassar masuk dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak.
Terdapat empat daerah di Sulsel berstatus KLB.
Selain Makassar, ada juga Kabupaten Wajo, Kabupaten Luwu dan Kabupaten Sinjai.
Kepala Dinas Kesehatan Makassar dr Nursaidah Sirajuddin menjelaskan sejatinya angka campak di Sulsel sudah menurun di 2026.
Tahun 2025 lalu, angka suspek campak 383 orang dengan positif 48 persen.
"Nah itu atensi Kemenkes. Di tahun 2026 Januari sampai Maret, ada 187 kita supsek campak. Baru 2 ada hasilnya benar-benar campak. Selebihnya belum ada hasil dari laboratorium," kata dr Ida sapaannya, saat dihubungi pada Senin (13/4/2026) malam.
"Angka 2025 inilah yang diambil Kemenkes sehingga Makassar dikategorikan KLB Campak," sambungnya.
Baca juga: Dinkes Palopo Catat 73 Kasus Campak, Tersebar Merata di 9 Kecamatan
Sejak Maret sampai saat ini, Dinkes Makassar kian massif melakukan imunisasi campak.
Targetnya 108.772 anak di Makassar mendapat imunisasi campak.
Sampai hari ini Senin (13/4), 22.544 anak di Makassar sudah mendapat imunisasi campak atau capai 27,7 persen.
"Kami Dinkes instruksikan semua layanan kesehatan mulai Rumah Sakit, puskesmas, klinik, posyandu, pustu untuk selalu melakukan upaya imunisasi dimaksimalkan," kata dr Ida.
Selain melalui pusat layanan kesehatan, Dinkes juga membuka posko setiap Car Free Day (CFD).
Lokasinya tersebar di Jl Jend Sudirman, Jl Boulevard, Kampus Universitas Hasanuddin, Kawasan GOR Sudiang, sampai ke CPI.
"Kami cari door to door untuk anak sesuai usia 9 - 59 bulan, tanpa melihat status imunisasi, kita imunisasi kembali," ujar dr Ida.
Seluruh layanan imunisasi campak pun dijamin gratis diberikan kepada anak-anak.
Selain itu, Dinkes juga berencana menyasar Tenaga Kesehatan (Nakes) agar ikut imunisasi campak.
"Sekarang ada lagi kedepan, karena bahyak nakes meninggal karena campak. Pemerintah lakukan pemberian imunisasi MR kepada nakes bertugas di Rumah Sakit," katanya.
Dirinya menegaskan secara angka campak di Kota Makassar menurun.
Terbukti hanya dua kasus terkonfirmasi sejak Januari 2026.
"Turun secara angka, karena memang kita sudah vaksinasi,"jelasnya.
Kepala Dinkes Sulsel dr Evi Mustikawati Arifin menyampaikan secara umum ada 169 kasus positif campak di Sulsel.
Ia menyebut pasien positif tentunya wajib melakukan pengobatan.
Baca juga: 90 Anak Mengidap Campak di Luwu, Kemenkes Tetapkan Status KLB
Sementara fokus pemerintah saat ini melakukan mitigasi terhadap penyebaran campak.
Target utamanya yakni mempercepat imunisasi pada anak-anak di wilayah terkait.
"Kita telah melakukan pemberian imunisasi tambahan pada daerah KLB tersebut.
Kita juga sudah lakukan imunisasi campak bagi anak-anak yang belum lengkap," katanya di Kantor Gubernur Sulsel.
Ciri-ciri campak umumnya meliputi demam tinggi 39-40 celcius.
Disertai dengan batuk kering, pilek, mata merah (konjungtivitis) dan munculnya ruam merah makulopapular.
Ruam biasanya muncul 3-5 hari setelah gejala awal.
Biasanya mulai dari belakang telinga atau wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh. Kerap juga muncul bercak putih kecil (bercak Koplik) di dalam mulut sering muncul sebelum ruam.
Masyarakat pun diminta segera melakukan imunisasi pada anak.
"Semua tersedia (di puskesmas) imunisasi campak. Gratis semua," katanya.
Bagi anak yang belum imunisasi, dr Evi meminta untuk menjaga aktivitas kontak.
Lebih baik, bila segera melengkapi imunisasi campak pada anak.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260114-Nursaidah-Sirajuddin.jpg)