Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Efek Perang Iran-AS, Permintaan SPKLU dan Home Charging Mobil Listrik Makassar Naik 

Di Makassar, V-Green, mitra produsen EV VinFast asal Vietnam, awal April 2026 ini, sudah memasang 50 dari 80 unit target SPKLU di Sulselrabar. 

|
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Thamzil Thahir
SPKLU - Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan home charging kendaraan listrik (EV) di Jl Hertasning Makassar, Rabu (8/4/2026). Awal April 2026 ini, sudah memasang 50 dari 80 unit target SPKLU di Sulselrabar.  

Ringkasan Berita:
  • Permintaan instalasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan home charging di Makassar dan sekitarnya meningkat dalam dua bulan terakhir. 
  • Kenaikan ini dipicu oleh ketegangan geopolitik di Selat Hormuz yang berdampak pada kekhawatiran harga dan ketersediaan BBM, sehingga masyarakat mulai beralih ke kendaraan listrik.
  • V-Green, mitra dari VinFast, telah memasang sekitar 50 dari target 80 unit SPKLU di wilayah Sulselrabar pada awal April 2026. 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -- Permintaan instalasi stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan home charging kendaraan listrik (EV) di Makassar dan sekitarnya, menunjukkan kenaikan menyusul ketegangan geopolitik di Selat Hormuz, dua bulan terakhir. 

Di Makassar, V-Green, mitra produsen EV VinFast asal Vietnam, awal April 2026 ini, sudah memasang 50 dari 80 unit target SPKLU di Sulselrabar. 

General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulselrabar, Edyansyah, menyebut permintaan instalasi Home Charging dan SPKLU swasta tahun 2026 ini menunjukkan tren naik.

"isu Geopolitik di Selat Hormuz dan kelangkaan harga BBM, sementara kita identifikasi sebagai pemicu," katanya kepada Tribun, Rabu (8/4/2026) di kantornya.

Dari pantauan Tribun, kemarin, Dicky Rofiansyah, konsultan teknisi SPKLU V-Green, pun membuka panel 2 unit SPKLU di Jl Opu Daeng Risadju (d/h Jl Cenderawasih), selatan Makassar.

"Selain komponen tahanan listrik, yang banyak makan space itu mainboard PC, seperti mesin tablet yang ada jaringan selulernya," ujar Dicky, di sela-sela mengawasi instalasi kabel DC-30 Kilo Volt (KV) di pelataran Tribun-Timur.com, Rabu sore.

Baca juga: Mobil Listrik Berpotensi Laris Manis, PLN: Ada 74 SPKLU di Sulselrabar

Unit SPKLU fast charging V-Green ini adalah dua dari sekitar 80 unit soket pengisian daya mobil listrik ini di Sulsel.

VinFast adalah produsen EV pertama di Indonesia, yang membangun ekosistem mandiri kendaraan non-BBMnya, dan tak tergantung dengan SPKLU milik PLN.

"Sementara, soket colokan kita model CCS2 DC 30 Volt kita lock haya khusus VinFast dulu," ujarnya.

Soket tipe ini kompatibel untuk enam  jajaran varian mobil VinFast seperti VF 3, VF 5, dan VF.

Model colokan ini juga bisa pluginging dengan mobil EV jenis Porsche, BYD, Tesla, Hyundai, dan beberapa varian EV papan atas.

Colokan serupa juga disediakan umum di sekitar 56 SPKLU milik PLN di kantor layanan distribusi PLN di Sulselrabar.

Tahun 2026 akhir, mitra pabrikan EV asal Vietnam ini, akan menginstalasi SPKLU di semua kabupaten/kota di Sulsel, Sulbar, Sulteng dan Sultra.

"Di Makassar saja sudah hampir 50 unit, bulan lalu kami pasang di Bone dan satu Kendari," ujar Dicky.

SPKLU medium fast charging 30 Volt ini butuh 30-45 menit untuk pengisian daya 0~100 persen.
Ekosistem Pengisian Daya EV VinFast bermitra dengan Vigreen untuk membangun lebih dari 60.000 titik pengisian daya di seluruh Indonesia hingga akhir 2026.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved