Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mobil Listrik Berpotensi Laris Manis, PLN: Ada 74 SPKLU di Sulselrabar

Penjualan mobil listrik di Sulsel diprediksi naik, PLN operasikan 74 SPKLU di 54 lokasi wilayah Sulselrabar.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Kiki Content Writer
PLN UID Sulselrabar
SPKLU PLN - Petugas PLN tengah melakukan isi daya mobil listrik di SPKLU PLN UP3 Bulukumba, Sulsel, beberapa waktu lalu. Hingga 1 April 2026, PLN mengoperasikan 74 SPKLU yang tersebar di 54 lokasi di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar). 

Ringkasan Berita:
  • Penjualan mobil listrik diprediksi naik akibat potensi kenaikan BBM.
  • PLN operasikan 74 SPKLU di 54 lokasi wilayah Sulselrabar.
  • Mobil listrik lebih hemat, biaya hanya Rp200/km dibanding Rp800/km.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penjualan mobil listrik di Indonesia, tidak terkecuali di Sulawesi Selatan (Sulsel) diprediksi mengalami peningkatan.

Prediksi ini seiring dengan adanya potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik di Timur Tengah.

Sejumlah dealer mobil listrik di Sulsel pun optimis, akibat konflik itu membuat penjualan ‘laris manis’.

PT PLN (Persero) pun berkomitmen membangun ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Hingga 1 April 2026, PLN mengoperasikan 74 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 54 lokasi di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar).

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Ahmad Amirul Syarif menjelaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan layanan pengisian kendaraan listrik di wilayah Sulselrabar. 

“PLN UID Sulselrabar memastikan seluruh SPKLU beroperasi optimal, aman, dan andal untuk mendukung mobilitas pengguna kendaraan listrik, baik untuk aktivitas harian maupun perjalanan jarak jauh,” kata Ahmad Amirul, saat dihubungi Tribun-Timur.com, Rabu (1/4/2026).

Untuk mendukung ekosistem tersebut, PLN juga mengadakan Program Stimulus Percepatan Penggunaan KBLBB.

Di antaranya berupa pemberian insentif biaya penyambungan pasang baru dan tambah daya sebesar 50 persen.

Ada pula insentif diskon 30 persen pada home charging di waktu Luar Waktu Beban Puncak (LWBP) pukul 22.00 sampai 05.00 Wita. 

Seluruh promo ini berlaku mulai 1 Juli 2025 hingga 30 Juni 2026.

Ahmad Amirul mengatakan, hingga tahun 2025 sebanyak 219 pelanggan di Sulselrabar telah menikmati layanan Home Charging Service (HCS). 

Tingginya jumlah pelanggan menunjukkan antusiasme masyarakat yang semakin besar terhadap penggunaan KBLBB.

Program HCS sendiri merupakan layanan PLN yang memungkinkan pemilik kendaraan listrik untuk mengisi daya baterai mobil mereka secara praktis dari rumah, tanpa perlu mengunjungi SPKLU.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved