Appi Jamin PSEL Tidak Rugikan Warga Sekitar, Pembangkit Listrik Sudah Modern
Wali Kota Makassar Appi memastikan aktivitas dari PSEL ini tidak akan berdampak ke masyarakat sekitar.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memastikan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Makassar tak rugikan warga sekitar.
PSEL atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) akan dibangun pada kawasan TPA Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar
Lahan seluas 7 Hektare disiapkan Pemerintah Kota Makassar.
Nantinya, sebanyak 1.000 ton sampah per hari akan dikonversi menjadi listrik.
Wali Kota Makassar Appi memastikan aktivitas dari PSEL ini tidak akan berdampak ke masyarakat sekitar.
"Ini pembangkit listrik ini modern
yang sudah teruji, yang tidak mungkin pemerintah membangun kalau tidak proven," kata Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin usaI menandatangani MoU pembangunan PSEL bersama Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq di Rujab Gubernur Sulsel pada Sabtu (4/4/2026) siang.
"Dan yang kedua, ini cuma pabriknya yang ada di sini. Sistem listrik ini masuk ke dalam jaringan melalui gardu induk. Melalui jaringan utama untuk didistribusi oleh PLN ke wilayah-wilayah yang akan membutuhkan listrik itu," sambungnya.
Appi menyebut PSEL sudah dikonstruksikan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Warga Tamangapa, Manggala pun tidak perlu khawatir dengan aktivitas pengolahan sampah nantinya.
Appi menyebut PSEL memang sudah seharusnya berada di TPA Tamangapa.
Sebab PSEL membutuhkan sampah dengan kualitas dan kuantitas tinggi.
"Karena 20 sampai 25 persen sampah yang ada di TPA Tamangapa masih bisa dipakai sebagai bahan baku untuk menambah kekurangan-kekurangan," katanya.
Pemerintah Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros nantinya akan terlibat.
PSEL membutuhkan kapasitas sampah mencapai 1.000 ton per hari.
Sementara produksi sampah di Makassar masih diangka 800 ton.
Sehingga nantinya Maros akan mengirim 50 ton sampah, sedangkan Gowa 150 ton.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Fasiol Nurofiq meminta meminta segala proses tender proyek diulang.
Sebab sebelumnya sempat berjalan di wilayah Tamalanrea
"Ya, ditender ulang. Wajib ya. kita juga ini perintah Perpres 109, semua kontrak yang sudah ada wajib diakhirin. Itu pasalnya bunyi demikian," jelas Hanif.
Nantinya nilai investasi pada proyek PSN ini mencapai Rp 3 Triliun.
Pemkot Makassar pun sudah siap melakukan tender ulang.
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz
| 24 Santriwati IMMIM Pangkep Field Trip ke Tribun Timur, Belajar Dasar Jurnalistik |
|
|---|
| Dari Halaman Rumah, Cara Nur Haedah Menyulap Sampah Jadi Cuan |
|
|---|
| Jumat Bersih, RT/RW Bunga Eja Beru Kompak Bersihkan Puskesmas Pembantu |
|
|---|
| Prediksi Bali United vs PSM Makassar: Misi Pasukan Ramang Runtuhkan Keangkeran I Wayan Dipta! |
|
|---|
| Rektor, Sahabat, dan Seratusan Pensiunan Pemprov Sulsel Berdoa untuk Tautoto Tanaranggina |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Munafri-Arifuddin-usaI-menandatangani-MoU-1.jpg)