Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ini Pesan Inspiratif Jumat Agung untuk Anak Muda di Era Digital

Pendeta Yohanes Metris, memberikan pesan khusus untuk anak-anak muda dalam momentum Jumat Agung

Penulis: Wahdaniar | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
JUMAT AGUNG - Potret Ketua PGIW Sulselra, Pendeta Yohanes Metris. Ketua PGIW Sulselra ungkap makna Jumat Agung, sebut Salib simbol kasih dan keadilan. 

Ringkasan Berita:
  • Pendeta Yohanes Metris mengajak anak muda untuk tidak sekadar mengikuti arus
  • Tetapi memiliki identitas dan prinsip hidup yang kuat
  • Menurutnya, banyak anak muda saat ini kehilangan arah karena terlalu bergantung pada penilaian orang lain

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Generasi muda di era digital menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan sosial hingga pengaruh media.

Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara (PGIW Sulselra), Pendeta Yohanes Metris, memberikan pesan khusus dalam momentum Jumat Agung.

Ia mengajak anak muda untuk tidak sekadar mengikuti arus.

Tetapi memiliki identitas dan prinsip hidup yang kuat.

“Salib memberi identitas bagi setiap orang,” ujarnya dalam dialog virtual bersama dengan Tribun Timur, Kamis (2/4/2026).

Menurutnya, banyak anak muda saat ini kehilangan arah.

Karena terlalu bergantung pada penilaian orang lain.

Padahal, nilai diri tidak ditentukan oleh pengakuan manusia.

Melainkan oleh kasih Tuhan.

Pendeta Yohanes menegaskan bahwa Jumat Agung harus dimaknai sebagai momentum refleksi diri.

Dan kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik.

Ia juga menyoroti pentingnya integritas dalam kehidupan anak muda.

Menurutnya, hidup yang berarti adalah hidup yang memberi dampak.

Bukan sekadar mengikuti tren.

Ia mengajak generasi muda untuk berani berkata benar.

Dan tidak mudah terpengaruh lingkungan.

Pendeta Yohanes juga mengingatkan pentingnya bangkit dari keputusasaan.

Dengan menjadikan iman sebagai dasar kehidupan.

Ia berharap anak muda dapat menjadi pembawa terang bagi sesama.

“Salib bukan hanya untuk direnungkan, tetapi untuk diwujudkan,” tutupnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved