Harga BBM 2026
DPR Minta Warga Tak Antre BBM
Ketua Harian DPP Partai Gerindra ini juga memastikan tidak ada pembatasan pembelian BBM jenis pertalite maupun pertamax.
TRIBUN-TIMUR.COM - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad (58) mengimbau masyarakat tidak ramai-ramai mengantre di SPBU untuk membeli BBM.
Imbauan ini disampaikan menyusul munculnya antrean di sejumlah daerah akibat isu kenaikan harga BBM.
Dasco menegaskan, harga BBM per 1 April 2026 masih tetap sama, belum ada rencana penyesuaian.
“Kami monitor terjadi antrean di beberapa daerah. Pemerintah sudah menyampaikan belum ada rencana penyesuaian harga BBM subsidi maupun non-subsidi,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Ia meminta masyarakat tidak panik dan tidak melakukan pembelian berlebihan, apalagi hingga menimbun BBM.
Menurutnya, pemerintah juga memastikan stok BBM dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Dasco menambahkan, Presiden Prabowo Subianto akan terus memantau ketersediaan BBM di dalam negeri. “Kalau menurut pemerintah, stok kita cukup,” katanya.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra ini juga memastikan tidak ada pembatasan pembelian BBM jenis pertalite maupun pertamax.
Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui sampai kapan kebijakan harga BBM dipertahankan.
“Kalau sampai berapa lama, tentu pemerintah yang tahu. Tapi yang pasti pemerintah konsentrasi menjaga itu,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi.
Keputusan itu diambil setelah koordinasi antara Kementerian ESDM dan PT Pertamina (Persero) atas arahan Presiden.
“Pertamina menyatakan belum akan melakukan penyesuaian harga BBM,” ujarnya.
Ia berharap penegasan ini dapat memberikan informasi yang jelas dan akurat kepada masyarakat.
Pemerintah juga meminta masyarakat tidak panik karena ketersediaan BBM dalam negeri dipastikan aman.
“Kami berharap masyarakat tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin,” katanya.
Diketahui, pemerintah memastikan tak akan menaikkan harga BBM bersubsidi.
Namun, pemerintah mengambil langkah lain dengan membatasi pembelian harian.
Kebijakan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Nomor 024 Tahun 2026.
Aturan ini mengatur pengendalian penyaluran BBM subsidi, baik untuk jenis minyak solar (gasoil) maupun bensin RON 90 atau Pertalite dan akan berlaku per 1 April 2026.
Dalam aturan tersebut, pembelian solar untuk kendaraan roda empat pribadi dibatasi maksimal 50 liter per hari.
Sementara untuk angkutan umum roda 4 dibatasi hingga 80 liter per hari, dan kendaraan roda 6 atau lebih hingga 200 liter per hari.
Adapun kendaraan layanan umum seperti ambulans, mobil pemadam kebakaran, dan mobil pengangkut sampah dibatasi 50 liter per hari.
Untuk BBM jenis Pertalite, pembatasan berlaku maksimal 50 liter per hari untuk kendaraan roda 4, baik pribadi maupun angkutan umum.
Ketentuan yang sama juga berlaku untuk kendaraan layanan umum.
Pemerintah menegaskan, jika pembelian BBM subsidi melebihi batas yang telah ditentukan, maka kelebihannya tak dapat subsidi.
Kelebihan tersebut akan dihitung sebagai BBM non-subsidi.
BBM Sulsel
Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel, Kasman, menegaskan tidak ada kenaikan harga BBM pada April 2026.
Ia meminta masyarakat tidak khawatir dan tidak melakukan panic buying karena stok BBM di Sulsel dipastikan aman.
“Sudah disampaikan bahwa stok BBM di Sulsel insyaallah aman. Kami juga mengimbau masyarakat tidak panik, apalagi pemerintah pusat telah memastikan tidak ada kenaikan harga BBM,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Kasman menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina terkait ketersediaan pasokan BBM di daerah.
Menurutnya, distribusi BBM tetap berjalan normal dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sebelumnya, antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Sulsel sejak sepekan terakhir.
Kendaraan roda dua dan roda empat terlihat mengular hingga ke badan jalan.
Kondisi tersebut dipicu meningkatnya konsumsi serta beredarnya isu kenaikan harga BBM pada April 2026.
Ia menegaskan pemerintah pusat telah memastikan tidak ada penyesuaian harga.
“Tidak ada kenaikan harga dan stok BBM di Sulsel tetap aman,” tegasnya.
Berdasarkan pantauan Tribun Timur, Selasa (31/3/2026), beberapa SPBU tidak melayani pengisian akibat kekosongan BBM jenis tertentu.
Seperti di SPBU Patung Kuda dan SPBU Buttatoa, Kecamatan Turikale, tidak melayani pengisian BBM jenis Pertalite.
Sementara itu, di SPBU yang masih beroperasi, antrean kendaraan terlihat mengular hingga ke tepi jalan.
Kondisi ini tampak di SPBU Kasuarang, Kecamatan Lau. Antrean didominasi kendaraan roda dua yang memadati dispenser Pertalite.
Tak hanya sepeda motor, antrean mobil hingga truk juga terlihat cukup padat.
Situasi serupa terjadi di SPBU Tambua, Kecamatan Lau, dengan antrean panjang di area pengisian.
Selain kendaraan, sejumlah warga terlihat membawa jerigen, botol, hingga galon bekas untuk diisi BBM.
Salah satu pengendara, Asty Utami, mengaku sempat mencoba mengantre di beberapa SPBU, seperti di Kasuarang dan Bontoa.
Namun, panjangnya antrean membuatnya mengurungkan niat untuk mengisi BBM.
“Saya pilih beli di pertamini, capek mengantre,” ujarnya.
Ia menduga lonjakan antrean dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap isu kenaikan harga BBM.
“Ramai-ramai orang isi karena katanya mau naik besok,” tambahnya.
Pengendara lainnya, Alfi Syariana, mengaku telah mencari BBM sejak subuh.
Namun, ia tidak menemukan Pertalite di sejumlah SPBU yang didatanginya.
“Subuh tadi saya keliling cari Pertalite, tapi kosong,” katanya.
Karena kebutuhan mendesak, Alfi akhirnya mengisi BBM jenis Pertamax.
“Terpaksa isi Pertamax karena memang butuh dipakai,” katanya.(*)
Harga BBM 2026
BBM Langka di Sinjai
BBM langka di Sulsel
BBM langka di Bone
BBM Langka di Luwu Utara
BBM langka
| Daya Beli Terancam! |
|
|---|
| Harga BBM Hari Ini saat Trump Mulai Blokade Iran, Minyak Mentah Naik Tajam |
|
|---|
| Hamka B Kady Puji Prabowo Tahan Harga BBM: Daya Beli Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global |
|
|---|
| Antrean BBM Ricuh di Gowa usai Pemerintah Pastikan Tambah Subsidi Rp100 Triliun |
|
|---|
| Kadin Sulsel: Stabilitas Harga Harus Tetap Dijaga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260329-antrean-SPBU-abdesir.jpg)