Harga BBM 2026
Kadin Sulsel: Stabilitas Harga Harus Tetap Dijaga
Meski begitu, ia menegaskan kenaikan sekecil apa pun tetap akan menimbulkan efek berantai di perekonomian.
Lebih lanjut, ia mendorong kolaborasi antar pelaku usaha sebagai solusi efisiensi.
Misalnya melalui distribusi bersama atau pengadaan kolektif untuk menekan biaya logistik.
Efisiensi Energi
Terpisah, Pengamat Ekonomi Unibos, Lukman Setiawan, menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan memberikan dampak signifikan.
Dampak tersebut terutama dirasakan pada biaya produksi dan distribusi, khususnya bagi sektor usaha kecil dan menengah (UMKM).
Menurutnya, kenaikan harga BBM paling terasa pada sektor logistik dan produksi.
Hal itu mencakup transportasi barang, penggunaan mesin diesel di sektor pertanian dan perikanan, hingga usaha mikro yang bergantung pada kendaraan kecil seperti gerobak dan truk ringan.
“Ketika harga BBM naik, pelaku usaha dihadapkan pada dua pilihan sulit, menyerap kenaikan biaya sehingga margin keuntungan menurun, atau menaikkan harga jual yang berisiko menekan permintaan,” kata Lukman, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, dampak kenaikan BBM juga dapat memicu efek berantai dalam perekonomian.
Biaya transportasi meningkat akan mendorong kenaikan harga bahan baku dan barang konsumsi.
Pada akhirnya, kondisi ini berpotensi meningkatkan inflasi.
Lukman menyebut UMKM sebagai kelompok paling rentan dalam situasi tersebut.
Keterbatasan cadangan kas dan daya tawar membuat pelaku UMKM berisiko mengalami penurunan usaha, bahkan penutupan jika tekanan biaya berlangsung lama.
Untuk meminimalkan dampak negatif, ia menekankan pentingnya kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Ia juga mengusulkan sejumlah langkah strategis yang dapat dilakukan pemerintah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/BBM-LANGKA-antrean-kendaraan-mengisi-BBM-di-SPBU-di-Bulukumba-Senin-3032026.jpg)