BNNP Sulsel Dalami Dugaan Peredaran Narkoba dari Dalam Lapas Bolangi
BNNK Tana Toraja menemukan jaringan peredaran narkoba yang diduga dikendalikan dari dalam Lapas Bolangi.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM - Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan (BNNP Sulsel) akan mendalami dugaan peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Sungguminasa atau Lapas Bolangi, Kabupaten Gowa.
Pengembangan ini merupakan tindak lanjut dari pengungkapan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tana Toraja, yang membawahi wilayah Tana Toraja, Toraja Utara, dan Enrekang.
BNNK Tana Toraja menemukan jaringan peredaran narkoba yang diduga dikendalikan dari dalam Lapas Bolangi.
“Pasti kita lakukan pengembangan mengarah kesana,” kata Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sulsel, Kombes Pol Ardiansyah, Minggu (29/3/2026).
BNNP Sulsel juga berencana berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulsel, untuk menindaklanjuti dugaan tersebut.
“Kami akan koordinasi dengan Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulsel,” tambah Ardiansyah.
Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Sungguminasa, Gunawan, mengaku belum menerima informasi resmi dari BNNK Tana Toraja terkait dugaan keterlibatan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam jaringan narkoba.
“Terkait informasi tersebut, sampai saat ini kami belum mendapat koordinasi atau tidak ada informasi dari pihak BNNK Toraja,” kata Gunawan.
Ia menegaskan pihak lapas akan kooperatif jika terbukti ada WBP yang terlibat.
Sebelumnya, BNNK Tana Toraja menangkap 10 terduga pelaku peredaran narkoba dalam operasi selama tiga hari, 22-24 Maret 2026.
Operasi ini mengungkap modus baru peredaran narkoba menggunakan sistem 'tempel' dan komunikasi melalui media sosial Instagram, tanpa transaksi langsung (COD).
Kepala BNNK Tana Toraja, Ustim Pangaraian, menyebut para pelaku merupakan bagian dari jaringan yang dikendalikan dari Lapas Bolangi, Gowa, dengan pasokan berasal dari Palopo.
Dalam sehari, satu titik 'tempel' bisa melayani 200–300 transaksi.
“Modusnya sekarang bukan lagi COD, tapi menggunakan media sosial dan sistem tempel. Ini yang terus kami kembangkan,” ujar Ustim.
Satu dari pelaku yang ditangkap adalah perempuan berinisial C, pegawai Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja.
Dari 10 pelaku, tujuh dibawa ke BNNP Sulsel di Makassar untuk proses lebih lanjut, sementara tiga lainnya masih diamankan di kantor BNNK Tana Toraja menunggu gelar perkara.
Pengembangan kasus ini terus dilakukan untuk menelusuri peran perantara atau ‘kuda-kuda’ dalam distribusi narkoba.
| Makassar Tambah Kampung Siaga Bencana di Wilayah Rawan Banjir |
|
|---|
| Deretan Kader Dampingi Sekjen Nasdem Hermawi Taslim Ngopi di Makassar |
|
|---|
| SMA Islam Athirah Bukit Baruga Gelar Super Intensive, Persiapkan Siswa Masuk di PTN Terbaik |
|
|---|
| Profil Mayjen TNI Dody Triwinarto Pangdam XV/Pattimura, Berpengalaman Tugas di Makassar |
|
|---|
| PDAM Makassar Bakal Suplai Air untuk Operasional PSEL |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bnk-toraja.jpg)