Makassar Mulia

Makassar Tambah Kampung Siaga Bencana di Wilayah Rawan Banjir

Tribun-timur.com/Siti Aminah
KAMPUNG SIAGA BENCANA - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Balaikota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani. Pemkot Makassar sedang mempersiapkan pengukuhan kampung siaga bencana di Kecamatan Tamalanrea. 
Ringkasan Berita:
  • Kadis Sosial Makassar Andi Bukti Djufrie menyampaikan, penambahan KSB ini merupakan langkah strategis untuk membangun sistem mitigasi bencana
  • Sebelumnya Pemkot Makassar telah memiliki dua KSB

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar menambah Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kecamatan Tamalanrea. 

Kampung Siaga Bencana adalah upaya penanggulangan bencana berbasis masyarakat. 

KSB hadir di titik rawan bencana yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial. 

Program ini bertujuan membangun kesiapsiagaan dan kemandirian warga dalam mitigasi.

Serta respon cepat melalui pembentukan kelompok relawan terlatih dan pengelolaan lumbung sosial. 

Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie menyampaikan, penambahan KSB ini merupakan langkah strategis untuk membangun sistem mitigasi bencana berbasis komunitas.

“Kecamatan Tamalanrea dipilih karena memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, sehingga perlu penguatan kesiapsiagaan masyarakat,” ucap Andi Bukti Djufrie, Kamis (9/4/2026).

Sebelumnya, Pemkot Makassar telah memiliki dua KSB. 

Yakni KSB di Kecamatan Manggala dan Biringkanaya.

KSB tersebut diresmikan pada September 2025 di Anjungan Pantai Losari Jl Penghibur. 

Total 120 orang yang dikukuhkan sebagai petugas KSB. 

Masing-masing 60 orang di Kecamatan Manggala dan Biringkanaya. 

Kata Bukti, tahun ini Pemkot mengusulkan dua lokasi baru. 

Namun, hanya satu yang disetujui karena adanya ketentuan jeda pengajuan program.

“Awalnya kita usulkan dua, tetapi yang disetujui hanya satu karena harus ada jeda waktu. Meski begitu, kita tetap dorong dan akhirnya Tamalanrea yang disepakati,” jelasnya.

Program KSB dirancang untuk mendorong masyarakat menjadi lebih tangguh dalam menghadapi bencana. 

Warga tidak hanya menjadi objek penanganan, tetapi juga berperan sebagai subjek utama dalam mitigasi dan respons awal.

Melalui program ini, masyarakat akan mendapatkan pelatihan, simulasi kebencanaan, hingga dukungan sistem peringatan dini. 

Keterlibatan berbagai elemen, mulai dari relawan, tokoh masyarakat, hingga aparat kelurahan, menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

Selain itu, penguatan KSB juga akan terintegrasi dengan digitalisasi bantuan sosial guna memastikan penyaluran bantuan lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

Pemkot Makassar menargetkan ke depan pembentukan KSB akan terus diperluas ke wilayah lain yang memiliki potensi kerawanan bencana, seperti Kecamatan Panakkukang dan Tamalate.

Pengukuhan KSB Tamalanrea dijadwalkan berlangsung pada 13 April 2026 dan akan dikukuhkan langsung oleh Wali Kota Makassar.

Dengan penambahan ini, diharapkan sistem kesiapsiagaan berbasis masyarakat di Makassar semakin kuat dan mampu meminimalkan dampak bencana di tingkat lokal.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin berharap dua kampung bencana ini bisa meminimalisir atau mitigasi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Pemerintah harus selalu hadir di tengah masalah masyarakat, dengan adanya kampung tangguh, warga tahu bagaimana harus bersikap dan mengelola situasi saat terjadi bencana.

"Karena kita tahu, bencana tidak bisa diprediksi. Ketika panik muncul dalam kondisi darurat, mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan," tuturnya.

"Jadi yang jadi dasar bukan kepanikan, tapi bagaimana menolong dan menyelamatkan orang lain," sambungnya. (*)