Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mudik 2026

Tiket Pesawat Bisa Rp10 Juta, Perantau Balikpapan Mudik Lebih Awal ke Pasangkayu

Suasana pangkalan bus di Makassar mulai dipadati calon pemudik menjelang Lebaran 2026. Rahman mudik lebih awal ke Pasangkayu.

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/Erlan Saputra
MUDIK 2026 - Rahman (25), perantau asal Balikpapan, menunggu tiket bus tujuan Pasangkayu di pangkalan Bus Borlindo, Ruko HCC, Jalan Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea, Makassar, Senin (16/3/2026) sore. Ia memilih mudik lebih awal agar tidak kehabisan tiket menjelang Lebaran Idulfitri. 

Ringkasan Berita:
  • Pangkalan bus di Makassar mulai dipadati calon pemudik menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. 
  • Rahman (25), perantau yang bekerja di Balikpapan, memilih mudik lebih awal ke Pasangkayu, Sulawesi Barat. 
  • Ia rela menempuh perjalanan bus sekitar 18 jam dari Makassar demi bisa berkumpul dengan keluarga.
  • Rahman juga memilih bus karena harga tiket pesawat dinilai terlalu mahal, bahkan bisa mencapai Rp10 juta saat musim mudik

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Suasana pangkalan bus di Kota Makassar mulai diserbu warga menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

Para calon pemudik mulai berdatangan untuk pulang ke kampung halaman.

Sejak pagi hingga sore hari, sejumlah penumpang tampak mengantre untuk mendapatkan tiket perjalanan mudik.

Pantauan Tribun Timur, suasana pangkalan Bus Borlindo di Ruko HCC, Jalan Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea, Makassar, tampak ramai dipadati pemudik pada Senin (16/3/2026) sore.

Di antara para pemudik tersebut, Rahman (25) terlihat sabar menunggu giliran untuk membeli tiket.

Rahman merupakan perantau yang bekerja di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).

Ia memilih mudik lebih awal ke kampung halamannya di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar).

“Saya mau mudik ke Pasangkayu. Saya memilih berangkat lebih awal supaya tidak kehabisan tiket,” ujar Rahman saat ditemui di pangkalan bus.

Bagi Rahman, mudik bukan sekadar perjalanan panjang menuju kampung halaman.

Menurutnya, momen Lebaran merupakan kesempatan berharga untuk berkumpul bersama keluarga, khususnya kedua orang tuanya.

Rahman mengaku setiap tahun selalu pulang kampung saat Hari Raya Idulfitri.

Tradisi tersebut sudah menjadi kebiasaan bagi dirinya sebagai perantau yang bekerja jauh dari keluarga.

“Setiap hari raya saya selalu pulang kampung. Ini sudah jadi tradisi tahunan bagi perantau seperti saya,” tuturnya.

Perjalanan dari Makassar menuju Pasangkayu bukanlah perjalanan singkat.

Waktu tempuhnya mencapai sekitar 18 jam menggunakan bus antarprovinsi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved