Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Lebaran 2026

Andi Sudirman dan Andi Asman Kompak Tiadakan Open House, Pejabat Lain Tetap Gelar

Keputusan tersebut diambil agar pejabat dan masyarakat dapat lebih fokus merayakan Lebaran bersama keluarga.

Editor: Ansar
Tribun-timur.com
OPEN HOUSE - Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman saat ditemui di Kawasan CPI, Kota Makassar pada Senin (16/3/2026). Andi Sudirman tidak menggelar open house usai lebaran 1447 H 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memilih meniadakan tradisi open house pada perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

Keputusan tersebut diambil agar pejabat dan masyarakat dapat lebih fokus merayakan Lebaran bersama keluarga.

Menurutnya, momen Idulfitri merupakan waktu penting untuk mempererat hubungan kekeluargaan.

Ia menilai silaturahmi dengan kolega kerja masih dapat dilakukan setelah suasana Lebaran usai.

“Kita tidak ada open house. Kita kasih kesempatan semua untuk keluarganya dulu,” ujarnya saat ditemui di kawasan Center Point of Indonesia Makassar, Senin, 16 Maret 2026.

Andi Sudirman menyebut kegiatan ramah tamah bersama pejabat kemungkinan baru digelar menjelang akhir Ramadan.

Ia berharap seluruh aparatur pemerintah dapat memanfaatkan hari pertama hingga hari ketiga Lebaran untuk berkumpul dengan keluarga.

Meski demikian, pelayanan publik tetap diminta berjalan normal selama masa libur Lebaran.

Petugas kesehatan, personel perhubungan, serta layanan vital lainnya tetap harus siaga melayani masyarakat.

Sikap serupa juga ditunjukkan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman.

Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Bone tidak menggelar open house resmi tahun ini.

Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran daerah.

Menurutnya, tradisi silaturahmi tetap dapat dilakukan tanpa kegiatan seremonial.

“Kita lebih utamakan dulu Idulfitri. Silaturahmi tetap kita laksanakan,” katanya.

Ia menegaskan rumah jabatan tetap terbuka bagi warga yang ingin berkunjung.

Namun, pemerintah daerah tidak menyiapkan agenda open house seperti tahun sebelumnya.

Andi Asman menambahkan hidangan khas Lebaran tetap akan disiapkan untuk tamu yang datang bersilaturahmi.

Menu tradisional seperti buras, nasu likku, palekko, dan aneka kue bosara dipastikan tersedia.

Ia berharap momentum Lebaran tetap menjadi sarana mempererat hubungan pemerintah dan masyarakat.

Sejumlah warga menilai kebijakan tersebut sebagai langkah yang tepat.

Efisiensi anggaran dianggap penting agar dana daerah dapat dialihkan ke program prioritas.

Di sisi lain, beberapa kepala daerah tetap mempertahankan tradisi open house.

Bupati Wajo Andi Rosman dipastikan membuka rumah jabatan bagi masyarakat saat Idulfitri.

Kegiatan halalbihalal akan digelar di Rumah Jabatan Bupati di Jalan Veteran, Sengkang.

Wakil Bupati Wajo dr Baso Rahmanuddin juga menyiapkan kegiatan serupa di rumah jabatan.

Lokasinya berada di Jalan Andi Lantara, Sengkang.

Rumah jabatan tersebut hanya berjarak sekitar 1,2 kilometer dari rumah jabatan bupati.

Keduanya menegaskan rumah jabatan merupakan rumah bagi seluruh masyarakat.

Karena itu, pintu silaturahmi tetap dibuka lebar pada momentum Lebaran.

Wakil Wali Kota Palopo Akhmad Syarifuddin juga berencana menggelar open house.

Ia memastikan merayakan Idulfitri di Kota Palopo bersama masyarakat.

Setelah salat Id, ia akan menerima tamu di rumah jabatan wakil wali kota.

Menurutnya, Lebaran menjadi waktu tepat mempererat hubungan pemerintah dan warga.

Ketua DPRD Kota Palopo Darwis turut menyiapkan open house di rumah jabatan.

Ia mengaku tidak memiliki agenda bepergian ke luar daerah selama libur Lebaran.

Selain menerima tamu, ia juga berencana melakukan ziarah kubur sebagai tradisi keluarga.

Berbagai hidangan khas seperti rendang dan opor ayam akan disiapkan bagi para tamu.

Wakil Ketua DPRD Makassar Andi Suharmika juga tetap menggelar open house.

Ia menegaskan kegiatan tersebut dilaksanakan secara sederhana tanpa kemewahan.

Open house dinilai menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pejabat publik dan masyarakat.

Ia memastikan kegiatan tersebut terbuka bagi seluruh warga yang ingin berkunjung.

Perbedaan kebijakan antarpejabat ini menunjukkan variasi cara merayakan Lebaran di daerah.

Namun, tujuan utamanya tetap sama, yakni menjaga tradisi silaturahmi dan kebersamaan.

Momentum Idulfitri pun diharapkan tetap menghadirkan suasana hangat di tengah masyarakat. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved