Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Putra Makassar Brigjen Hermawan Pulang Kampung, Pastikan Warga Dapat Bahan Pokok Murah

Putra asli Sulsel itu turun langsung memastikan masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Tayang:
Editor: Ansar
Tribun-timur.com
PUTRA SULSEL - Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) Brigjen Pol Hermawan saat memantau pasar murah di Jl Padjonga Dg Ngalle, Kota Makassar pada Rabu (11/3/2026). Putra asli Sulsel itu turun langsung memastikan masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Sosok Brigjen Pol Hermawan mencuri perhatian saat memantau pelaksanaan pasar murah di Kota Makassar menjelang Idul Fitri 2026.

Putra asli Sulsel itu turun langsung memastikan masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Hermawan datang bukan dalam kapasitasnya sebagai mantan Direktur Narkoba Polda Sulsel.

Tetapi sebagai Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Bapanas merupakan lembaga pemerintah yang bertugas mengoordinasikan kebijakan pangan nasional untuk menjamin ketersediaan, stabilitas pasokan, serta keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

Lembaga ini dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2021 dengan sejumlah tugas utama, antara lain mengelola cadangan pangan nasional, menjaga stabilitas pasokan dan harga, mengawasi distribusi serta keamanan pangan, hingga mengoordinasikan kebijakan pangan antara pemerintah pusat dan daerah.

Pantau Pasar Murah di Makassar

Menjelang Lebaran, harga sejumlah bahan pokok biasanya mengalami kenaikan di pasar tradisional.

Karena itu, pemerintah menggelar pasar murah sebagai salah satu upaya menjaga daya beli masyarakat.

Di Kota Makassar, pasar murah digelar serentak di tiga titik pada Kamis (12/3/2026).

Lokasi pertama berada di halaman Kantor TVRI Sulsel, Jalan Padjonga Dg Ngalle, Kecamatan Mariso.

Lokasi kedua di Jalan Tupai, Kelurahan Labuang Baji, Kecamatan Mamajang.

Sedangkan titik ketiga berada di Jalan Kandea, Kelurahan Bontoala Tua, Kecamatan Bontoala.

Sejak dibuka pukul 09.00 Wita, warga terlihat antusias mendatangi pasar murah untuk membeli kebutuhan pokok.

Berbagai bahan pangan dijual dengan harga di bawah harga pasar.

Beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp 58.000, sedangkan beras premium Rp 74.000 per 5 kg.

Telur ayam dijual Rp 56.000 hingga Rp 60.000 per rak.

Sementara itu, tepung terigu Gatotkaca dijual Rp 9.500 per kilogram, gula Maniskita Rp 17.500 per kilogram.

Minyak goreng Minyakita kemasan bantal dijual Rp 15.000 per liter, sedangkan Minyakita kemasan botol Rp 20.000 per liter.

Minyak goreng Rosebrand dijual Rp 39.900 untuk kemasan 2 liter.

Untuk komoditas hortikultura, cabai rawit dijual Rp 5.000 per bungkus, cabai besar Rp 15.000 per kilogram.

Bawang putih dijual Rp 35.000 per kilogram, sementara bawang merah berkisar Rp 35.000 hingga Rp 40.000 per kilogram.

Selain itu tersedia pula ikan nila Rp 35.000 per kilogram, ikan cakalang Rp 20.000 per kilogram, dan ikan layang Rp 20.000 per kilogram.

“Di sini jauh lebih murah dibanding harga di pasar biasa. Bahkan harganya jauh di bawah harga acuan pemerintah. Sementara di pasar ada yang sesuai harga acuan dan ada juga yang di atas,” ujar Brigjen Pol Hermawan saat ditemui Tribun-Timur.com di Jalan Padjonga Dg Ngalle, Makassar, Rabu (11/3).

Harga Pangan Masih Stabil

Secara umum, Hermawan menilai harga bahan pangan di Sulsel masih relatif stabil.

Meski terdapat kenaikan pada beberapa komoditas, ia menilai fluktuasinya masih dalam batas wajar.

“Alhamdulillah sampai hari ini masih terjaga walaupun ada fluktuasi harga,” katanya.

Ia juga memastikan stok pangan di Sulsel masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

“Stok pangan aman, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Mendag Juga Cek Pasokan

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso juga turun langsung ke Sulsel untuk mengecek ketersediaan bahan pangan.

Ia mengunjungi Pasar Terong serta salah satu ritel di Makassar untuk memastikan stok dan harga sejumlah komoditas seperti beras, minyak goreng, hingga daging ayam.

“Kita lihat minyak goreng stoknya melimpah, beras juga tersedia mulai dari beras premium hingga SPHP. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, pasokan terjamin,” ujar Budi Santoso.

Menurutnya, secara umum harga pangan di Sulsel masih cukup terjangkau meskipun terdapat kenaikan pada komoditas tertentu seperti cabai rawit.

“Semua harganya masih bagus. Kita ingin bersama-sama menjaga pasokan dan stabilitas harga agar tetap terkendali,” katanya.

Profil Brigjen Pol Hermawan

Brigjen Pol Hermawan merupakan perwira tinggi Polri kelahiran Makassar, 30 Agustus 1971.

Ia dilantik sebagai Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas pada 9 Desember 2024.

Sebelumnya, Hermawan pernah menjabat sebagai Penyidik Tindak Pidana Madya TK II Bareskrim Polri serta Direktur Narkoba Polda Sulawesi Selatan pada 2018.

Kariernya di kepolisian dimulai sebagai perwira pertama di Polda Jawa Barat pada 1995.

Hermawan juga pernah tergabung dalam Satgas Pangan Polri, yang memiliki tugas mengawasi distribusi serta menjaga stabilitas harga bahan pangan pokok.

Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994, kemudian melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan meraih gelar sarjana pada 2005.

Pada 2012, ia menyelesaikan pendidikan magister dan meraih gelar Magister Manajemen.

Saat bertugas di Polda Sulsel, Hermawan dikenal memiliki rekam jejak cukup menonjol dalam pemberantasan narkoba.

Pada 2018, jajaran Polda Sulsel berhasil mengungkap 32,2 kilogram sabu dari sekitar 1.820 kasus narkotika yang ditangani.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2017 yang hanya sekitar 10 kilogram.

Selain itu, jumlah bandar narkoba yang ditangkap juga meningkat dari 20 orang pada 2017 menjadi 80 orang pada 2018.

Sedangkan pada periode Januari hingga April 2019, Polda Sulsel kembali mengungkap 20,25 kilogram sabu dari 629 kasus yang ditangani.

Kini, Hermawan kembali ke kampung halamannya dengan peran berbeda, yakni memastikan masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang tetap terjangkau menjelang Lebaran.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved