Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jembatan Barombong Makassar Akan Diperlebar, Pemprov Rancang Desain

Di hadapan peserta forum Musrenbang Makassar, Andi Sudirman menyampaikan harapannya agar pembebasan lahan dapat segera rampung

|
Penulis: Siti Aminah | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Siti Aminah
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tanun 2027 Kota Makassar di Hotel Claro Jl Ap Pettarani, Kamis (5/3/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Di hadapan peserta forum Musrenbang Makassar, Andi Sudirman menyampaikan harapannya agar pembebasan lahan dapat segera rampung
  • Sehingga pembangunan Jembatan Barombong bisa segera direalisasikan
  • Pemerintah provinsi Sulsel tengah melakukan penyesuaian desain jembatan

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman meminta Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, segera menuntaskan pembebasan lahan untuk pembangunan Jembatan Barombong.

Hal itu disampaikan Andi Sudirman saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Makassar di Hotel Claro, Kamis (5/3/2026).

Banyak program strategis yang dibahas Andi Sudirman pada kesempatan itu. 

Mulai dari proyek pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL), persoalan banjir, hingga progres rencana pembangunan Jembatan Barombong

Di hadapan peserta forum Musrenbang Makassar, Andi Sudirman menyampaikan harapannya agar pembebasan lahan dapat segera rampung.

Sehingga pembangunan Jembatan Barombong bisa segera direalisasikan.

“Pak Wali Kota saya minta untuk pembebasan lahannya. Beliau sudah telepon saya kemarin terkait suratnya. Nanti kita kirim orang lagi,” kata Andi Sudirman.

Lanjut Sudirman, pemerintah provinsi Sulsel tengah melakukan penyesuaian desain jembatan. 

Desain sebelumnya dinilai tak sesuai harapan.

Desain baru akan dikonsep lebih sederhana dan efisien dari rencana sebelumnya.

Ia menjelaskan, desain awal Jembatan Barombong dinilai terlalu rumit sehingga membuat anggaran pembangunan membengkak hingga lebih dari Rp300 miliar.

Karena itu, desain tersebut kini sedang diubah agar lebih sederhana.

“Kita mendesain Barombong ulang karena desain yang awal terlalu kemayu. Anggarannya sampai Rp300 miliar lebih, akhirnya tidak bisa dikerjakan,” ujarnya.

Gubernur Sulsel itu mengatakan desain baru akan dibuat lebih lurus tanpa banyak lekukan agar biaya pembangunan bisa ditekan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved