Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Taruna Ikrar Pulang Kampung ke Makassar, Kepala BPOM Cek Jajanan Takjil Jalanan

Prof Taruna menanyakan kepada para pedagang mengenai bahan baku yang digunakan dalam membuat takjil yang dijual

Tayang:
Penulis: Makmur | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Makmur
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Profesor Taruna Ikrar, saat diwawancarai setelah melakukan pengecekan takjil di Jalan Mappanyukki, Makassar, Kamis (5/3/2026). Prof Taruna ingatkan pedagang untuk selalu menggunakan bahan yang aman untuk takjil yang dibuat. 
Ringkasan Berita:
  • Profesor Taruna Ikrar pulang kampung ke Makassar
  • Kepala BPOM itu turun mengecek jalanan takjil di pinggir jalan yang kerap dikonsumsi warga
  • ‎Di setiap stand, Prof Taruna menanyakan kepada para pedagang mengenai bahan baku yang digunakan dalam membuat takjil yang dijual

 

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Profesor Taruna Ikrar, menegaskan bahwa BPOM akan menindak tegas jajanan takjil ynag mengandung zat berbahaya.

‎Tindakan tegas tersebut dapat berupa penyitaan hingga sanksi pidana.

‎"Salah satunya sanksi penyitaan, sanksi administrasi, bahkan izin edarnya bisa kita cabut. Kalau memang berbahaya, kita bisa lanjut ke pro justicia atau penuntutan," katanya saat diwawancarai saat melakukan pengecekan takjil di Jalan Mappanyukki, Makassar, Kamis (5/3/2026).

‎Prof Taruna tiba di Jalan Mappanyukki untuk melakukan pengecekan takjil sekitar pukul 17.00 Wita.

‎Setelah turun dari mobil, ia langsung menyambangi stan pengecekan takjil milik BPOM yang berada di pinggir jalan.

‎Selanjutnya, ia berkeliling menyambangi sejumlah stan pedagang takjil yang berjejer di sepanjang jalan tersebut.

‎Di setiap stand, Prof Taruna menanyakan kepada para pedagang mengenai bahan baku yang digunakan dalam membuat takjil yang dijual.

‎Sambil mengangkat beberapa jenis makanan, ia juga menanyakan apakah makanan tersebut menggunakan zat pewarna atau tidak.

‎Beberapa jenis makanan yang diperiksa di antaranya es buah, es pisang ijo, bakwan, jalangkote, hingga aneka kue tradisional seperti barongko.

‎"Kata ibu penjualnya, ini tidak menggunakan zat pewarna, tapi kita akan tes dulu," ujarnya sambil tersenyum sambil memegang segelas es buah yang kemudian ditunjukkan kepada wartawan.

‎Saat diwawancarai, Prof Taruna menjelaskan bahwa selama Ramadan ini dirinya telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk melakukan pengawasan takjil.

‎Ia menyebut seluruh unit pelaksana teknis BPOM di seluruh Indonesia dilibatkan dalam pengawasan tersebut.

‎Selain itu, ia juga turun langsung melakukan pengecekan seperti yang dilakukan di Makassar.

‎"Untuk memastikan makanan yang dikonsumsi rakyat kita, khususnya takjil, itu aman," jelasnya.

‎Dalam pengawasan tersebut, BPOM memeriksa kemungkinan adanya penggunaan zat berbahaya pada makanan yang dijual.

‎"Kita menilai ada tidak yang mengandung zat pewarna, ada tidak yang mengandung formalin atau zat pengawet, ada tidak yang mengandung zat-zat yang berbahaya," ujarnya.

‎Prof Taruna mengungkapkan, berdasarkan laporan tim pengecekan di lapangan, makanan yang dijajakan di kawasan Jalan Mappanyukki dinyatakan aman.

‎"Setelah melakukan pengecekan kurang lebih 45 sampel, alhamdulillah kita tidak menemukan penjual yang menjual bahan dagangan yang tidak sesuai ketentuan. Artinya lulus semua, bersih semua," jelasnya.

‎Ia menambahkan, pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan jajanan takjil yang beredar di masyarakat merupakan makanan yang aman dan sehat.

‎"InsyaAllah BPOM akan bekerja keras memastikan makanan yang dikonsumsi rakyat kita aman dan sehat," tuturnya.

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved