Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Idul Fitri

Dishub Makassar Turunkan 400 Personel Urai Kemacetan Jelang Lebaran

Kepadatan lalu lintas jelang Hari Raya Idulfitri mulai terasa di sejumlah ruas jalan utama di Kota Makassar.

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Siti Aminah
LALU LINTAS LEBARAN-Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar Muh Rheza ditemui di Hotel Claro Makassar Jl Ap Pettarani, Kamis (5/3/2025). Rheza menjelaskan antisipasi lonjakan pengunjung jelang hari raya.  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepadatan lalu lintas jelang Hari Raya Idulfitri mulai terasa di sejumlah ruas jalan utama di Kota Makassar.

Terutama pada jam-jam menjelang berbuka puasa hingga malam hari. 

Beberapa titik terpantau mengalami kepadatan seperti di Jl AP Pettarani, Jl Boulevard, Jl Pengayoman, Jl Letjend Hertasning, Jl Sultan Alauddin, Jl Urip Sumoharjo, Jl Perintis Kemerdekaan dan titik lainnya. 

Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar Muh Rheza menyampaikan, ratusan personel diturunkan untuk mengurai kemacetan dalam Kota. 

Seluruh personel tetap diturunkan seperti biasa, mencapai 400 personel. 

Namun pengaturan shift diperpanjang guna mengurai kemacetan.

Baca juga: Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan Antisipasi Titik Macet Arus Mudik Lebaran di Gowa

“Personel tetap kita turunkan meskipun tidak ada penambahan karena keterbatasan. Tapi shift-nya kita tambah,” ujar Rheza ditemui di Hotel Claro Makassar Jl Ap Pettarani, Kamis (5/3/2025). 

Ia menjelaskan, ada dua bidang yang difokuskan dalam pengaturan ini, yakni bidang lalu lintas dan bidang perparkiran. 

Keduanya bergerak bersamaan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.

Khususnya di titik-titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat saat Ramadan.

Kepadatan paling terasa terjadi pada jam-jam berbuka puasa. 

Sejumlah kawasan kuliner dan pusat makanan menjadi magnet warga untuk berbuka puasa bersama. 

Kondisi ini berdampak langsung pada peningkatan volume kendaraan dan parkir yang kerap meluber hingga ke badan jalan.

"Penyebab melubernya kendaraan karena parkir akibat ada jualan takjil dengan tenda-tenda yang keluar sampai badan jalan. Orang yang mau parkir akhirnya harus lebih keluar lagi,” jelasnya.

Dishub mengaku terus mengimbau para pengelola rumah makan dan juru parkir agar menata kendaraan dengan lebih rapi. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved