Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Viral Tembak-Tembak Jeli di Makassar, Appi: Boleh Main, Asal Jangan Ganggu Kamtibmas!

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan persoalan ini tidak bisa dianggap sepele.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Saldy Irawan
Istimewa
Ilustrasi mainan tembak-tembak viral di Makassar 

TRIBUIN-TIMUR.COM - Aksi tembak-tembakan menggunakan senjata mainan jenis Omega yang berpeluru plastik hingga jeli kian marak selama bulan suci Ramadan di Makassar.

Permainan yang awalnya dianggap hiburan anak-anak ini kini menimbulkan kekhawatiran karena dianggap mengganggu ketertiban umum.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan persoalan ini tidak bisa dianggap sepele.

“Ini tidak boleh dibiarkan. Permainan tembak-tembakan harus ditangani serius oleh semua pihak,” ujarnya di Balai Kota Makassar, Senin (2/3).

Munafri menambahkan, pengawasan dan penanganan harus dilakukan bersama, mulai dari kepolisian, pemerintah kecamatan, hingga keluarga di tingkat RT/RW.

“Peran keluarga sangat penting mencegah anak-anak terlibat permainan yang berisiko. Mainan tembak-tembakan boleh, tapi jangan berlebihan dan jangan ganggu ketertiban masyarakat,” ujarnya. 

Senjata omega merujuk pada mainan tembakan nerf seri Mega, yang menggunakan peluru busa lebih besar untuk jarak tembak lebih jauh.

Meski awalnya aman untuk anak-anak, belakangan fenomena ini marak di Makassar, melibatkan anak-anak dan pelajar.

Mereka kerap melakukan aksi saling serang dengan senapan mainan pada malam hari, terutama setelah salat tarawih.

Beberapa bahkan menembak sambil berkendara sepeda motor, yang sangat berisiko membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Jangan dianggap sekadar mainan. Kalau mencelakakan orang lain dan mengganggu ketertiban umum, tentu harus ada langkah tegas pihak keamanan,” tegas Munafri.

Pemerintah Kota Makassar berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan, agar masyarakat dapat beribadah dengan nyaman dan khusyuk tanpa gangguan.

Munafri, yang akrab disapa Appi, menyebut telah berkoordinasi dengan Kapolrestabes Makassar.

Ia berharap kolaborasi antara aparat keamanan dan Pemerintah Kota hingga tingkat RT/RW diperkuat untuk pengawasan lebih intensif.

Selain itu, ia mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama malam hari setelah salat tarawih. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved