Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ketegangan Iran dan Amerika Serikat Picu Pembatalan Keberangkatan Jemaah Umrah

Pemilik travel di Makassar Amaliah Malik terpaksa membatalkan sementara sejumlah paket keberangkatan

Penulis: Siti Aminah | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Siti Aminah
JEMAAH UMRAH - Dampak perang Amerika Serikat–Israel melawan Iran mulai dirasakan jemaah umrah asal Indonesia, termasuk dari Makassar, Sulawesi Selatan. Sejumlah jemaah asal Indonesia tertahan. 

Ringkasan Berita:
  • Salah satu pemilik travel di Makassar, Amaliah Malik mengungkapkan, pihaknya terpaksa membatalkan sementara sejumlah paket keberangkatan
  • Dalam kondisi tersebut, travel harus melakukan negosiasi ulang dengan sejumlah mitra
  • Termasuk pihak hotel di Arab Saudi

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sejumlah usaha travel di Makassar mulai merasakan dampak konflik antara Iran dan Amerika Serikat-Israel. 

Ketegangan yang memicu kekhawatiran soal keselamatan penerbangan dan stabilitas kawasan Timur Tengah itu berimbas langsung pada jadwal keberangkatan jemaah umrah.

Salah satu pemilik travel di Makassar, Amaliah Malik mengungkapkan, pihaknya terpaksa membatalkan sementara sejumlah paket keberangkatan.

Keputusan itu diambil sambil menunggu perkembangan situasi. 

Keputusan tersebut diambil demi mempertimbangkan faktor keselamatan jemaah.

“Memang ada beberapa yang kami cancel dulu sambil melihat perkembangan. Karena ini menyangkut keselamatan," ucap Amaliah Malik kepada Tribun Timur, Senin (2/3/2026). 

"Kami beri pengertian ke jemaah dan alhamdulillah mereka memahami, bahkan ada yang merasa khawatir untuk tetap berangkat,” ujarnya.

Dalam kondisi tersebut, travel harus melakukan negosiasi ulang dengan sejumlah mitra.

Termasuk pihak hotel di Arab Saudi.

Beberapa kamar yang sebelumnya sudah dipesan terpaksa dijual kembali untuk meminimalkan kerugian.

“Ada hotel yang sudah kami booking, kami nego ulang. Bahkan ada yang kami jual kembali karena sudah terlanjur dibayar,” jelasnya.

Untuk penerbangan, maskapai seperti Garuda Indonesia dan Lion Air disebut cukup kooperatif. 

Pihak maskapai memberikan opsi penjadwalan ulang (reschedule) tanpa kepastian waktu, menyesuaikan dengan perkembangan kondisi keamanan.

“Kalau penerbangan tidak ada masalah. Mereka sangat mengerti dan memberikan reschedule, meskipun waktunya belum ditentukan. Kita lihat situasi ke depan,” tambahnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved