Idrus Marham Harap Alumni UIN Alauddin Jadi Episentrum Syiar Islam di Kawasan Timur Indonesia
Idrus Marham memaknai bulan Ramadan sebagai momentum refleksi dan “wisuda kembali” bagi para alumni
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ari Maryadi
“Ramadan ini kita jadikan momentum penguatan wisuda. Saat wisuda, pimpinan universitas melepas alumninya dengan motivasi dan komitmen pengabdian. Nilai itulah yang kita perkuat kembali hari ini,” kata Idrus.
Idrus menegaskan, dalam perspektif pengembangan Islam ke depan, UIN Alauddin Makassar bersama para alumninya memikul tanggung jawab historis untuk melanjutkan perjuangan Islam yang telah diletakkan sejak masa Sultan Alauddin pada 1607.
Kala itu Islam berkembang di Kerajaan Gowa.
Sejarah tersebut, kata dia, tidak boleh berhenti sebagai narasi masa lalu, melainkan harus diterjemahkan dalam kerja dan pengabdian nyata.
Karena itu, alumni didorong mengambil peran strategis sebagai penggerak syiar Islam di tengah masyarakat.
“Alumni harus berpikir dalam kerangka pengabdian dan kiprahnya untuk kepentingan umat dan bangsa. UIN harus menjadi episentrum syiar Islam, tentu dengan pendekatan yang relevan dengan konteks zaman sekarang,” tegasnya.
Waketum DPP Golkar itu menambahkan, kiprah alumni ke depan harus disertai program-program nyata yang berorientasi pada tiga hal utama.
Pertama, membantu menyelesaikan persoalan-persoalan umat dan rakyat. Kedua, memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Ketiga, menghadirkan harapan agar kehidupan umat dan bangsa Indonesia ke depan semakin baik.
“Pengabdian itu tidak bisa dilakukan sendiri. Harus dilakukan secara bersama-sama. Karena itu, setelah ini IKA akan melanjutkan silaturahmi dengan berbagai unsur pemerintahan, mulai dari pemerintah provinsi, kepolisian, hingga DPR. Instrumen yang kita bawa adalah konsep dan kerja kolektif,” jelas Idrus.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan peran Sulawesi Selatan sebagai kawasan strategis yang selama ini menjadi penggerak perekonomian di wilayah timur Indonesia.
Menurutnya, alumni UIN Alauddin harus mampu mengambil posisi penting dalam mendorong kemajuan kawasan sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
| Idrus Marham: Pernyataan Prof Amien Rais soal Prabowo Abaikan Prinsip Tabayyun |
|
|---|
| A’bulosibatang, Ikhlas, dan Bahagia di Usia 163 Jeneponto |
|
|---|
| Mengupayakan Ruang Perjumpaan Iman |
|
|---|
| Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UIN Alauddin, Prof Wahyuddin Halim: Akademisi Tidak Berhenti Belajar |
|
|---|
| Amran Sulaiman dan Idrus Marham Pimpin Organisasi Alumni Nasional, Bukti Kuatnya Kiprah Putra Sulsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260227-Idrus-Marham-bela-Nasruddin-Umar.jpg)