Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dewan Pendidikan Maros Gandeng LTMI dan HMI Maktim Siapkan Pengabdian Masyarakat Kolaboratif

Inisiatif ini dirancang untuk menyatukan potensi akademis mahasiswa dengan arah kebijakan strategis sektor pendidikan daerah

Tayang:
Editor: Muh. Abdiwan
Tribun-timur.com/Muh. Abdiwan
SINERGI KOLABORASI - LTMI, BPL HMI Makassar Timur dan Dewan Pendidikan Maros berfoto usai pertemuan beberapa hari lalu. Pertemuan ini mematangkan persiapan untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat kolaboratif. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sinergi lintas lembaga kembali digagas untuk memperkuat pembangunan pendidikan berbasis pengabdian masyarakat di Kabupaten Maros.

Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam bersama HMI Cabang Makassar Timur melalui Badan Pengelola Latihan dan Dewan Pendidikan Kabupaten Maros tengah mematangkan program pengabdian masyarakat kolaboratif yang menyasar wilayah pedesaan.

Inisiatif ini dirancang untuk menyatukan potensi akademis mahasiswa dengan arah kebijakan strategis sektor pendidikan daerah agar menghadirkan dampak nyata dan terukur bagi masyarakat.

Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, Ismail Suardi Wekke, menyebut kolaborasi tersebut sebagai bentuk tanggung jawab sosial intelektual yang perlu terus diperkuat.

Menurutnya, sinergi lintas organisasi mahasiswa dan lembaga semi-pemerintah menjadi langkah konkret dalam menjawab tantangan pembangunan sumber daya manusia di tingkat lokal.

“Kolaborasi antara organisasi mahasiswa seperti LTMI, BPL dan lembaga semi-pemerintah seperti Dewan Pendidikan adalah kunci untuk mempercepat transformasi pendidikan di akar rumput,” ujar Ismail, Senin (23/2/2026).

Ia menekankan pentingnya integrasi antara teori di bangku kuliah dengan praktik lapangan agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat.

Ismail menambahkan bahwa model kemitraan seperti ini perlu dikembangkan secara berkelanjutan dan dapat menjadi role model bagi cabang-cabang HMI lainnya di Indonesia.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya pemetaan masalah yang akurat sebelum program dijalankan agar intervensi yang dilakukan benar-benar selaras dengan kebutuhan prioritas daerah.

Menurutnya, keterlibatan Dewan Pendidikan akan memastikan pengabdian masyarakat tersebut berjalan terarah dan tidak sekadar bersifat seremonial.

Fokus program kolaboratif ini diperkirakan mencakup literasi teknologi, penguatan manajemen sekolah, serta pendampingan belajar bagi siswa di daerah pelosok Kabupaten Maros.

Pertemuan koordinasi antarlembaga terus dilakukan untuk merinci teknis pelaksanaan di lapangan, termasuk penguatan manajemen organisasi dan perencanaan keuangan agar program dapat berjalan berkelanjutan.

Sinergi LTMI, BPL HMI Makassar Timur dan Dewan Pendidikan Maros ini diharapkan segera diluncurkan sebagai komitmen nyata membangun daerah melalui jalur pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved