Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

‎124 Warga Mengungsi, Ketua RW Paccerakkang Amir Siapkan 3 Posko Pengungsian‎

‎“Awalnya naik sedikit waktu sore, tapi sekitar jam 02.30 dini hari air naik tinggi sekali,” ujarnya kepada Tribun-Timur.Com, Rabu (25/2/2026).

Tayang:
Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
AGENDA RTRW - Ketua RW 004 Kelurahan Paccerakkang, Muhammad Amir, memantau langsung kondisi banjir yang merendam permukiman warga sejak Selasa sore, Rabu (25/2/2026). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua RW 004 Kelurahan Paccerakkang, Muhammad Amir, turun langsung memimpin penanganan banjir yang kembali merendam wilayahnya sejak Selasa sore.

‎Menurut Amir, air mulai naik menjelang waktu Magrib. 

‎“Awalnya naik sedikit waktu sore, tapi sekitar jam 02.30 dini hari air naik tinggi sekali,” ujarnya kepada Tribun-Timur.Com, Rabu (25/2/2026).

‎Ketinggian air saat ini berkisar antara 40 hingga 60 sentimeter. 

‎Kondisi tersebut menyebabkan ratusan rumah terdampak. 

‎Sebagai langkah cepat, Amir bersama pengurus RT dan warga mendirikan tiga titik pengungsian. 

‎Posko pertama berada di Masjid Ar Ra’mun yang menampung 15 kepala keluarga atau 53 jiwa. 

‎Posko kedua di Mushala Al-Ummah dihuni 11 kepala keluarga atau 42 jiwa. 

‎Sementara di Masjid Nurul Hikmah terdapat 8 kepala keluarga atau 29 jiwa.

‎“Total yang mengungsi sekitar 124 jiwa,” jelasnya.

‎Meski demikian, tidak semua warga terdampak memilih meninggalkan rumah. 

‎Sebagian masih bertahan karena memiliki rumah bertingkat atau menilai kondisi genangan masih dapat ditoleransi.

‎Amir mengungkapkan, keterbatasan kapasitas tempat pengungsian menjadi salah satu pertimbangan warga untuk tetap tinggal.

‎“Tempat pengungsian sempit. Ada warga yang merasa kurang nyaman jika bergabung,” katanya.

‎Untuk mengantisipasi lonjakan pengungsi, Amir terus berkoordinasi dengan pengurus lingkungan serta pengelola fasilitas ibadah dan rumah kos guna menyiapkan alternatif posko pengungsian. 

‎Selain itu, Amir memastikan kebutuhan dasar pengungsi tetap terpenuhi.

‎Ia mengatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Makassar disebut untuk menjamin kebutuhan makanan bagi warga di pengungsian. 

‎Selain itu, telah didirikan juga dapur mandiri di posko pengungsian untuk memenuhi kebutuhan logistik pengungsi, terutama kebutuhan berbuka puasa dan sahur. 

‎“Katanya Dinsos sudah disiapkan buka puasa dan sahurnya para pengungsi,” ujarnya.

‎Terdapat 1.300 jiwa penduduk RW 002. Tersebar di lima RT. 

‎Sekitar 500 kepala keluarga dilaporkan terdampak banjir. 

‎Amir mengungkapkan, wilayahnya memang tergolong daerah rendah yang sejak lama rawan banjir. 

‎"Dari sejak saya jadi ketua RW pada 2008, sudah banjir memang," ucapnya. 

‎Kondisi tersebut, menurutnya, diperparah oleh perkembangan pembangunan yang menyebabkan aliran air tidak lagi lancar.

‎“Dulu ini area persawahan. Sekarang banyak pembangunan dan jalan yang lebih tinggi, sehingga air tertahan dan menggenang di permukiman,” ungkapnya.

‎Saat ini, menurut Amir, fokus utamanya adalah memastikan keselamatan warga, menjaga keamanan rumah yang ditinggalkan, serta mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air susulan.

‎“Kita selalu siap siaga mengantisipasi dan menanggulangi banjir,” tegasnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved