Cuaca Ekstream
Bendung Lekopancing Status Waspada, BMKG Prediksi Hujan Meningkat hingga 1 Maret 2026
Intesitas hujan sedang hingga lebat membuat debit air di Bendung Lekopancing, Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu meningkat.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Hujan terus mengguyur wilayah Mamminasata beberapa hari belakangan.
Intesitas hujan sedang hingga lebat membuat debit air di Bendung Lekopancing, Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu meningkat.
Warga Kabupaten Maros harus mulai meningkatkan kewaspadaan.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang Dr Heriantono Waluyadi melaporkan kondisi terkini bending Lekopancing.
Tinggi muka air pada limpasan bendung tercatat mencapai 90 Cm.
Angka tersebut masuk dalam kategori waspada, sesuai klasifikasi tinggi limpasan 50–100 sentimeter.
Sementara itu, debit air yang melimpas di atas bending tercatat sebesar 196.881 liter per detik.
Jika dikonversi, jumlah tersebut setara sekitar 196,8 meter kubik per detik.
Total debit sungai tercatat 199.816 liter per detik.
Dari jumlah itu, sebanyak 2.935 liter per detik dialirkan melalui intake atau saluran pengambilan air.
Adapun tinggi muka air intake mencapai 80 Cm.
"Pada saat debit sungai besar (banjir) pintu penguras dalam kondisi tertutup atau tidak dioperasikan sehingga air sungai semua mengalir melimpas lewat mercu bending," kata Dr Heriantono Waluyadi dalam pesan tertulisnya pada Selasa (24/2/2026) siang.
"Pintu penguras berfungsi untuk flushing sedimen di pintu pengambilan irigasi," sambungnya.
Cuaca di lokasi pada saat pengukuran dilaporkan dalam kondisi mendung. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kenaikan debit apabila terjadi hujan di wilayah hulu sungai.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah mengeluarkan imbauan potensi hujan pada 24 Februari hingga 1 Maret.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ilustrasi-Potret-Kondisi-Bendung-Lekopancing-di-Desa-Pucak.jpg)