Jalan Pajjaiang Rusak Parah Tapi Status Aset Tak Tercatat di Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar
Kondisi jalan Pajjaiang Sudiang Raya dikeluhkan masyarakat sebab permukaannya masih berupa tanah belum tersentuh aspal
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
- Kondisi jalan Pajjaiang Sudiang Raya dikeluhkan masyarakat sebab permukaannya masih berupa tanah belum tersentuh aspal
- Plt Sekretaris Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel H Nihaya membahas terkait kepemilikan ruas jalan tersebut
- Pemkot Makassar mengklaim ruas jalan tersebut tidak masuk dalam kewenangan Pemkot
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Viral ruas Jalan Pajjaiang, Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) rusak parah.
Tepatnya ruas jalan menuju Gedung KNPI Sudiang dan SMA Negeri 22 Makassar.
Kondisi jalan dikeluhkan masyarakat sebab permukaannya masih berupa tanah belum tersentuh aspal.
Saat hujan turun, kondisi jalan nampak seperti kubangan di beberapa titik.
Air bercampur tanah membuat ruas jalan tidak rata dan membahayakan pengendara.
Plt Sekretaris Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel H Nihaya membahas terkait kepemilikan ruas jalan tersebut.
Pasalnya Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengklaim ruas jalan tersebut tidak masuk dalam kewenangan Pemkot.
Dinas BMBK Sulsel duduk bersama Bidang Aset Pemprov Sulsel, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), pihak Pemkot Makassar serta warga setempat dalam rapat di Kantor Dinas BMBK Sulsel, Jl AP Pettarani, Kota Makassar pada Kamis (19/2/2026).
"Ini kita rapatkan terkait kewenangan. Setelah bicara bagian aset Pemprov ternyata itu diluar aset Pemprov," ujar Nihaya saat berbincang di sofa lobby utama kantornya.
Ruas jalan selama ini jadi akses utama sehari-hari siswa menuju SMA Negeri 22 Makassar.
Ruas sepanjang 220 meter bagian depan yang terhubung dengan poros utama inilah yang sedang di telisik terkait kewenangan perbaikan jalan.
Sebab ruas tersebut tidak tercatat dalam aset Pemkot Makassar maupun Pemprov Sulsel.
"Pemerintah Kota juga setelah melihat KIBnya, SK Jalannya, mereka juga tidak masuk itu 220 meter yang terhubung keluar.
Sisanya memang itu bagian belakang masuk area Pemprov Kawasan GOR," ucap Nihaya.
Nihaya menyebut perlu ada koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Terkini, Pihak Pemkot disebutnya akan kembali mengurus terkait kewenangan jalan tersebut.
"Pihak Pemkot juga akan rapat melaporkan pimpinannya terkait aset ini. Dekat memang di Kota kalau dilihat sisi kewilayahannya. Mereka mau koordinasi ke BPN. Informasi tadi dibuka aplikasi BPN, itu masuk HPL (hak pengelolaan) itu tanah negara," kata Nihaya sembari membuka datanya di handphone.
Dirinya menjelaskan mulanya ruas jalan ini hanya akses menuju ke SMAN 22 Makassar.
Namun kini mulai banyak pengendara melintas usai sebuah perumahan membuka akses jalan belakang.
"Itu sebenarnya akses ke SMA 22, bukan akses perumahan. Ada jalur utamanya Perumahan, tapi sekarang dibuka pagar dibelakang sehingga tembus kesitu. Info awalnya akses untuk ke Masjid, tapi sekarang sudah dibuka. Mobil perumahan sudah bisa lewati disitu," kata Nihaya.
Kondisi jalan disebutnya memang masuk kategori rusak berat.
Untuk perbaikan, ada dua opsi bisa dilakukan. Baik itu menggunakan beton maupun pengaspalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir membenarkan kondisi ruas jalan rusak sehingga berdampak pada keselamatan pengguna.
Khususnya pelajar dan guru menuju SMAN 22 Makassar.
“Berdasarkan hasil penelusuran dan inventarisasi yang dilakukan Dinas PU, kewenangan perbaikan ruas jalan akses menuju SMA 22 Jalan Pajjaiang bukan merupakan aset Pemerintah Kota Makassar,” ujar Zuhaelsi Zubir dalam keterangannya, Jumat (13/2).
Terkini, pihak Pemkot Makassar perlu berkoordinasi dengan BPN dahulu memastikan terkait kepemilikan ruas jalan tersebut.
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz
| May Day 2026 Munafri-Aliyah Jalan Santai Bersama Buruh di Makassar |
|
|---|
| Koalisi Gerakan Rakyat Rayakan Hari Buruh 2026 dengan Festival di Makassar |
|
|---|
| Politik Pulandok |
|
|---|
| Konsolidasi May Day, KSPSI Kota Makassar Suarakan 5 Poin Aspirasi |
|
|---|
| Appi Gaspol Urban Farming, Lahan Sempit di Makassar Disulap Jadi Sumber Ekonomi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260219-BMBK-Sulsel-H-Nihaya.jpg)