Antisipasi Lockdown Luwu Raya, Pemprov Surati 4 Kepala Daerah Kawal Distribusi BBM Selama Ramadan
Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Sulsel Andi Eka Prasetia mengaku sudah berkoordinasi dengan empat kepala daerah di Luwu Raya.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sudirman
Ringkasan Berita:
- Ketersediaan BBM selama Ramadan dinilai krusial karena mobilitas masyarakat meningkat, terutama saat mudik awal Ramadan dan menjelang Lebaran.
- Namun, wilayah Luwu Raya rawan gangguan distribusi akibat aksi unjuk rasa terkait Daerah Otonomi Baru (DOB).
- Blokade yang sempat terjadi sebelumnya menyebabkan kelangkaan BBM di sejumlah SPBU di Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) selama Ramadan sangat krusial.
Mengingat mobilisasi kendaraan saat Ramadan selalu meningkat.
Mudik di awal ramadan maupun menjelang lebaran sudah menjadi tradisi umat muslim.
Persoalan kini dihadapi dengan intensitas aksi unjuk rasa di wilayah Luwu Raya.
Berkaca dengan kondisi sebulan terakhir, wilayah Luwu Raya rawan di blokade masa aksi perjuangan Daerah Otonomi Baru (DOB).
Akibatnya sempat dirasakan masyarakat Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Luwu Timur.
Baca juga: Konsumsi Pertalite Naik 8 Persen, Pertamina Minta SPBU Tambah Cadangan Selama Mudik dan Arus Balik
Ketika masa blockade memanas, pasokan BBM tersendat. Terjadi kelangkaan BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Menjelang Ramadan 2026 ini, Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Sulsel Andi Eka Prasetya mengaku sudah berkoordinasi dengan empat kepala daerah di Luwu Raya.
Dirinya meminta adanya pengawalan terhadap distribusi BBM bagi masyarakat.
"Dengan adanya penutupan di Luwu Raya, kami telah koordinasi mengantisipasi kelangkaan BBM. Kami telah komunikasikan ke pemerintah daerah untuk tindak lanjut stabilitasi penyaluran BBM ke Luwu dan sekitarnya," kata Andi Eka Prasetya yang mengenakan rompi cokelat di depan kendaraan yang sedang mengisi BBM saat ditemui Tribun-Timur.com di SPBU Jl Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Sulsel pada Selasa (18/2/2026).
Pemprov Sulsel juga melakukan Tindakan (memastikan) akses kendaraan bisa lewat.
Di sisi lain, Andi Eka juga telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina menyiapkan strategi mitigasi.
Hal ini sebenarnya sempat dilakukan Pertamina saat mengirim BBM dari Sulawesi Tengah (Sulteng) ke Luwu Raya saat blockade Januari lalu.
Strategi ini cukup membantu mengisi stok BBM di wilayah Luwu Raya saat itu.
"Kami berharap ke pihak Pertamina melakukan mitigasi hal yang tidak dikehendaki apabila ada kelangkaan. Sebelumnya juga saat ditutup akses, Pertamina mengambil langkah distribusi dari Poso, Sulawesi Tengah," kata Andi Eka.
Selain BBM, Andi Eka juga meminta pengamanan jalur distribusi untuk LPG 3 kg.
Mengingat konsumsi masyarakat juga umumnya meningkat selama Ramadan 2026.
Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar I Fuel di PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Muh Yoga Prabowo menyebut wilayah Luwu Raya sudah masuk area atensi khusus.
Yoga bercerita saat aksi memanas beberapa waktu lalu, wilayah Luwu Utara dan Luwu Timur sangat terdampak.
"Jadi memang setelah lockdown 5 hari di Luwu Raya tidak tersalurkan BBM dan LPG, kami akan menjadikan Luwu Raya salah satu atensi. Kemarin cukup berat di lapangan," kata Yoga yang juga mengenakan rompi Pertamina warna merah.
BBM sempat tidak bisa masuk ke Luwu Utara dan Luwu Timur. Akhirnya alih suplai ke Poso.
"Memang Jarak tempuh jadi 2 kali lipat dan jumlah BBM yang kami kirim juga tentu tidak memenuhi dua kabupaten itu," kata Yoga.
Yoga mengaku timnya aktif memantau situasi di area-area perbatasan.
Saat ini memang masih ada aksi dari massa, namun kendaraan prioritas disebutnya sudah terbuka.
"Kami akan jadikan atensi meski saat ini info di lapangan masih ada aksi. Tapi kendaraan BBM, LPG, Ambulance dan Damkar diperbolehkan melintas. Harapannya semoga tidak ada lagi aksi lockdown seperti kemarin," tutupnya.
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz
| Jangan Panik! Stok BBM dan LPG di Sulsel Aman |
|
|---|
| WFA Tak Hambat Layanan, Dinas Pertanian Takalar Tetap Layani Pengurusan Barcode BBM Subsidi |
|
|---|
| SPBU Modern di Pattene Maros Beroperasi: Dexlite Rp24.150 dan Pertamax Rp12.600 / liter |
|
|---|
| Kenaikan Harga Cabai Tidak Dipengaruhi BBM, Tapi Akibat Cuaca |
|
|---|
| Jangan Panik, Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG di Sulsel Aman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-02-18-Muh-Yoga-Prabowo-bersama-Andi-Eka-Prasetia.jpg)