Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ramadan 2026

BMKG: Hilal Tak Terlihat di Makassar

Dua teropong dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulsel.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz
RUKYATUL HILAL - Suasana Pemantauan Hilal di Observatorium lantai 18 Menara Iqra Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (17/2/2026).  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rukyatul Hilal 1 Ramadan sedang berlangsung di Observatorium lantai 18 Menara Iqra Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Selasa (17/2/2026) sore ini.

Pantauan Tribun-Timur.com, sebanyak tiga teropong menyasar langit.

Dua teropong dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulsel.

Satu lainnya milik Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

Tim pemantau juga terus memandang layar laptop yang terhubung pada teropong.

Sementara itu, langit kota Makassar terpantau cerah berawan.

Awan  cukup tebal menyelimuti pangit Makassar jelang terbenamnya matahari.

Koordinator Bidang Observasi BMKG Wilayah IV Makassar, Jamroni menuturkan bahwa hilal belum dapat terlihat di langit Makassar , Sulawesi Selatan.

"Tidak bisa terlihat hilal, karena posisi secara perhitungan atau hisab, nilainya negatif, ," kata Jamroni saat melakukan pengamatan, Selasa (17/2).

Jamroni menerangkan pihaknya belum dapat bisa melakukan pengamatan hilal secara jelas.

Sebab bulan lebih dahulu tenggelam dari pada matahari.

"Kita anggap nilai hilal negatif, maka tidak bisa teramati. Kita tetap melakukan pengamatan rukyah. Rukyahnya tetap kita amati tapi kemungkinan tidak mungkin karena nilainya negatif semua," katanya.

Meski demikian, penentuan 1 Ramadan belum bisa ditentukan.

Sebab pemantauan juga berlangsung di beberapa daerah se-indonesia.

Keputusan pun masih menunggu hasil  sidang Isbat di Kementerian Agama (Kemenag)

"Kalau itu kita tunggu hasil sidang isbat, kalau perhitungan (hilal) tidak (tidak terlihat). Nanti Muhammadiyah punya metode perhitungan lain tapi kita tunggu sidang isbat. Tapi secara perhitungan atau hisab tidak terpenuhi semuanya," ujarnya.

Berdasarkan data pengamatan di titik koordinat Lintang 05° 10' 48" LS dan Bujur 119° 26' 24" BT pada ketinggian 180 meter di atas permukaan laut, matahari terbenam pada pukul 18:23:59 Wita.

Azimuth matahari tercatat 257.970°, sedangkan azimuth bulan 256.702° dengan tinggi bulan -1° 26,34'. 

Elongasi bulan tercatat 1,92º dan posisinya berada di selatan-bawah matahari dengan umur bulan -21 jam 22 menit 52 detik.

Sementara itu, bulan terbenam lebih dulu pada pukul 18:18:46 Wita.

Pengelola Observatorium Unismuh, Hisbullah memastikan proses pemantauan hilal akan berjalan lancar.

Meskipun Muhammadiyah sendiri telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari.

“Secara organisasi, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H berdasarkan KHGT, yang secara hisab menunjukkan bahwa ijtimak telah terjadi dan hilal telah memenuhi kriteria imkan rukyat global. Karena itu, warga Muhammadiyah memulai puasa pada Rabu, 18 Februari 2026,” ujar Hisbullah dalam keterangan tertulisnya.

Penyediaan tempat ini disebutnya merupakan wujud konsistensi Muhammadiyah dalam memegang prinsip keilmuan sekaligus menjunjung tinggi toleransi.

 


Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved