Profil Irmawati Sila Perempuan Pertama Jabat Ketua Hanura Makassar, 4 Periode Legislator
Irmawati Sila menggantikan HM Yunus sebagai Ketua Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Makassar.
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Alfian
Ringkasan Berita:
- Irmawati Sila menggantikan HM Yunus yang sebelumnya memimpin partai besutan Oesman Sapta Odang (OSO).
- Irmawati Sila merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Jeneponto selama dua periode, sebelum kemudian menjabat dua periode di DPRD Kota Makassar.
TRIBUN TIMUR.COM, MAKASSAR - legislator empat periode, Irmawati Sila terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPC Partai Hanura Kota Makassar.
Irmawati Sila menggantikan HM Yunus yang sebelumnya memimpin partai besutan Oesman Sapta Odang (OSO).
Ia merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Jeneponto selama dua periode, sebelum kemudian menjabat dua periode di DPRD Kota Makassar.
Politisi perempuan kelahiran Jeneponto, 16 Juni 1987 itu menjadi perempuan pertama yang menahkodai Hanura Makassar.
Penetapan Irmawati Sila dilakukan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Hanura Makassar yang digelar di Hotel Almadera, Makassar, Minggu (25/1/2026) siang.
Muscab tersebut turut dihadiri Wali Kota - Wakil Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham.
Muscab dibuka Ketua DPD Partai Hanura Sulsel, Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki.
Baca juga: Tinggalkan Hanura, Wawali Parepare Hermanto Terpilih Ketua PAN Parepare
Dalam kesempatan itu, Irmawati menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Insyaallah saya akan menjalankan amanah partai ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Irma seraya menyampaikan rasa syukur.
Ia menegaskan, langkah awal kepemimpinannya akan difokuskan pada pembenahan dan penguatan struktur kepengurusan DPC Hanura Makassar.
Irmawati juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masuknya figur-figur baru.
“Kami juga berharap pemuda-pemuda bisa direkrut untuk menjadi pengurus DPC Hanura Kota Makassar,” jelasnya.
Selain pemuda, Irma menyebut akan mencari figur ketokohan dari berbagai elemen masyarakat.
“Saya akan mencari figur ketokohan, baik tokoh masyarakat, tokoh pemuda, maupun tokoh perempuan. Yang pasti saya butuh kolaborasi dari semua pihak,” tegasnya.
Dalam program prioritasnya, Irmawati menilai kehadiran Hanura di tengah kegiatan sosial kemasyarakatan menjadi hal yang sangat penting.
“Program yang paling penting bagi saya adalah ketika ada kegiatan-kegiatan sosial, Hanura harus terus ikut serta. Selama ini kita lihat masih jarang terlibat, ke depan itu harus berubah,” katanya.
Menghadapi tahapan politik ke depan, Irma menyebut partainya akan terlebih dahulu fokus pada verifikasi partai jelang Pemilu 2029.
“Dengan kepengurusan dan struktur yang kuat, insyaallah kita bisa melewati verifikasi dengan baik. Untuk Pemilu 2029, tentu akan kami persiapkan secara matang,” ujarnya.
Irmawati juga menyikapi munculnya banyak partai baru dengan sikap realistis.
Menurutnya, Hanura harus fokus membangun kekuatan internal.
“Negara kita demokrasi. Saya memilih fokus membangun rumah sendiri, membesarkan Partai Hanura di Kota Makassar,” katanya.
Ia berharap, dengan kepengurusan baru, Hanura Makassar dapat kembali meningkatkan perolehan kursi di DPRD.
“Hanura pernah memiliki empat sampai lima kursi, kemudian turun menjadi tiga, dan sekarang tinggal dua. Harapan kami, dengan penguatan struktur dan strategi politik, Hanura bisa kembali mencapai target tersebut, bahkan membentuk satu fraksi,” pungkas Irmawati.
Terpisah, Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, menaruh harapan besar kepada Irmawati.
Ia menilai, pengalaman politik Irmawati menjadi modal kuat dalam memimpin Hanura Makassar.
“Saya berharap banyak kepada Ibu Irmawati, karena beliau sudah empat kali menjadi anggota DPRD, dua periode di Jeneponto dan dua periode di Makassar,” ujar Andi Bau.
Selain penguatan organisasi, ia juga berpesan agar seluruh kader Partai Hanura, khususnya anggota legislatif, selalu dekat dengan masyarakat.
“Saya berpesan agar seluruh kader Partai Hanura selalu dekat dengan rakyat. Tujuannya agar kita tahu apa kesulitan dan persoalan yang dihadapi masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, setiap kader, terutama anggota DPRD, memiliki kewajiban untuk menampung aspirasi masyarakat dan mencarikan solusi atas berbagai persoalan yang muncul.
“Setiap kader, apalagi anggota DPRD, harus menampung aspirasi masyarakat dan mencarikan solusinya,” lanjutnya.
Ia juga merespon positif pernyataan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang membuka ruang kolaborasi antara pemerintah daerah dan partai politik.
Terlebih, Hanura adalah salah satu koalisi partai pengusung Munafri-Aliyah di Pilwalkot Makassar 2024 lalu.
“Tadi Pak Wali Kota Makassar sudah menyampaikan bahwa beliau membuka ruang dan waktu untuk bersinergi. Jika ada persoalan-persoalan yang dirasakan masyarakat, inilah yang perlu kita jembatani bersama,” katanya.
Karena itu, ia menekankan agar seluruh struktur Partai Hanura, mulai dari anggota DPRD, kader, hingga pengurus tingkat ranting, aktif menyerap aspirasi masyarakat.
“Semua anggota DPRD, kader, dan pengurus Hanura di tingkat ranting harus menampung aspirasi masyarakat. Banyak persoalan di lapangan, dan di situlah peran kita hadir,” pungkas Andi Bau.(*)
| Sosok Andi Bau Sawa Setuju Luwu Raya Jadi Provinsi: Belajar dari Pandemi Covid-19 |
|
|---|
| Ketua Hanura Sulsel Soroti Dampak Geopolitik Global, Ajak Masyarakat Hidup Hemat |
|
|---|
| Diskusi Santai, Tribun Timur dan Hanura Sulsel Bahas Isu Politik |
|
|---|
| Wacana Pilkada Dipilih DPR Menguat, Panglimata: Jangan Salah Pilih Pemimpin |
|
|---|
| Mayjen Andi Muhammad: Warna Hanura Seperti Harimau, Siapa Saja Bisa Diterkam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260125-Irmawati-Sila.jpg)