Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

Camat Bontoala Instruksikan RT RW Sikat Lapak Liar

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menciptakan kota yang tertib, nyaman, dan bebas dari kemacetan.

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Saldy Irawan
Istimewa/Erlan Saputra
AKSI CAMAT - Camat Bontoala, Makassar Andi Akhmad Muhajir Arif menginstruksikan seluruh Ketua RT dan RW di wilayah Kecamatan Bontoala aktif mengawasi keberadaan lapak liar. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menciptakan kota yang tertib, nyaman, dan bebas dari kemacetan. 

 

TRIBUN TIMUR.COM, MAKASSAR — Camat Bontoala, Makassar Andi Akhmad Muhajir Arif menginstruksikan seluruh Ketua RT dan RW di wilayah Kecamatan Bontoala untuk aktif mengawasi keberadaan lapak liar serta terlibat langsung dalam penataan wilayah. 

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menciptakan kota yang tertib, nyaman, dan bebas dari kemacetan.

Keberadaan lapak liar yang memanfaatkan badan jalan dan fasilitas umum berpotensi mengganggu arus lalu lintas serta merusak estetika kota. 

Selain itu, kondisi tersebut juga dapat memicu munculnya berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Karena itu, peran RT dan RW dinilai sangat strategis sebagai ujung tombak pengawasan di lingkungan masing-masing.

“Semua RT dan RW wajib terlibat. Mereka bukan penguasa wilayah, melainkan representasi masyarakat dan perpanjangan tangan pemerintah dalam menjaga ketertiban dan penataan lingkungan,” tegasnya.

Ia menyebutkan, sejumlah ruas jalan di Kecamatan Bontoala, termasuk Jalan Bandang, menjadi perhatian karena kerap dijadikan lokasi aktivitas lapak liar yang mengganggu keindahan kota. 

Pemerintah kecamatan pun meminta pemerintah kelurahan bersama RT dan RW untuk rutin memantau dan melaporkan kondisi di lapangan.

Selain penertiban lapak liar, Andi Akhmad mengatakan kebersihan lingkungan jadi atensi.

Utamanya di tengah musim hujan dengan intensitas curah hujan tinggi yang kerap disertai angin kencang.

“Kebersihan saat ini menjadi atensi utama. RT dan RW harus aktif memastikan drainase tidak tersumbat, lingkungan tetap bersih, serta mengantisipasi potensi pohon tumbang,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, meski Kecamatan Bontoala tergolong jarang mengalami banjir, namun beberapa kejadian seperti pohon tumbang dan korsleting listrik sering terjadi akibat cuaca ekstrem. 

Oleh karena itu, upaya pencegahan dinilai lebih penting daripada penanganan setelah kejadian.

“RT dan RW kami minta untuk terus memantau kondisi lingkungan, khususnya saluran air. Ini penting agar potensi bencana dapat diminimalisir,” jelasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, RT, RW, dan masyarakat, Andi Akhmad berharap penataan wilayah di Kecamatan Bontoala dapat berjalan berkelanjutan dan berdampak langsung pada kenyamanan warga.

“Penataan wilayah adalah tanggung jawab bersama. Jika lingkungan tertib, bersih, dan aman, maka kualitas hidup masyarakat juga akan meningkat,” katanya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved