Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Andi Abdullah Rahim Bupati Luwu Utara Orasi Ingin Pisah dari Sulsel

Orang nomor satu di Bumi Lamaranginang itu berdiri di atas mobil bak terbuka dengan seragam berwarna khaky.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
DEMONSTRASI LUWU RAYA - Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim (47) pimpin orasi pemekaran Provinsi Luwu Raya di tengah jalan Poros Sulawesi, di Kecamatan Bungadidi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Senin (5/1/2026) sore. Orang nomor satu di Bumi Lamaranginang itu berdiri di atas mobil bak terbuka dengan seragam berwarna khaky. (Sumber: grup wa KKLR) 

Menurut Andi Rahim, perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya harus dilakukan dengan niat tulus suci.

"Dan saya percaya, para mahasiswa, adek-adek saya, adalah orang-orang yang berjuang tanpa ada tendensi politik, tanpa ada hal-hal yang mengutungkan pribadi mereka. Mereka berjuang semata-mata buat tanah kelahiran kita, buat Luwu Raya. InsyaAllah doa kami, semangat kami, bahkan uang kami pun bisa kami keluarkan untuk apa yang kalian perjuangkan hari ini," tandasnya.

Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW KKLR) Sulawesi Selatan juga menegaskan komitmennya memperkuat perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Komitmen itu bertepatan dengan momentum peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) 2026.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahmi dan rapat pengurus KKLR Sulsel yang digelar di Sekretariat KKLR Sulsel, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Sabtu (3/1/2026) pagi.

Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan peresmian penggunaan sekretariat baru KKLR Sulsel yang telah rampung direnovasi beberapa bulan lalu.

Rapat dipimpin langsung Ketua BPW KKLR Sulsel, Hasbi Syamsu Ali dan dihadiri jajaran pengurus wilayah serta sejumlah pengurus Badan Pengurus Pusat (BPP) KKLR.

Hadir antara lain Sekretaris BPW KKLR Sulsel Asri Tadda, Kabid Pengembangan Jaringan Usaha Muaz Yahya, Kabid Pengembangan SDM Hamzah Jalante, Kabid Kesehatan Andi Yusuf, Kabid Tani dan Nelayan Husba Phada, serta pengurus lainnya.

Dari unsur BPP KKLR, hadir Wakil Ketua Umum Abd Talib Mustafa yang juga Koordinator Wilayah KKLR Indonesia Timur.

Ada juga Kabid Kelautan, Perikanan dan Kehutanan Bachrianto Bachtiar, Kabid Organisasi dan Keanggotaan Baharuddin Solongi, Wasekjen Organisasi dan Keanggotaan Syahruddin Hamun, serta sejumlah tokoh KKLR pusat.

Suasana kekeluargaan tampak kental sejak awal kegiatan yang diawali dengan santap siang bersama.

Beragam menu khas Tana Luwu seperti kapurung, lawa, parede, dan dange disajikan, mempererat kebersamaan para Wija to Luwu yang hadir.

Dalam rapat, Hasbi Syamsu Ali menegaskan bahwa peringatan HJL dan HPRL 2026 harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan.

“Momentum HJL–HPRL 2026 harus menjadi sarana strategis untuk menguatkan perjuangan utama Wija to Luwu, yaitu mewujudkan Provinsi Luwu Raya, yang diawali dengan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah,” ujar Hasbi kepada Tribun-Timur.com, Minggu (4/1/2026).

Ia menyampaikan, KKLR Sulsel akan berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan HJL–HPRL 2026 yang dipusatkan di Kota Palopo pada 19 hingga 24 Januari 2026.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved