Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

East Design Fest 2025 Sukses Digelar, IAI Sulsel Satukan Persepsi Arsitek di Rotterdam

Gelaran East Design Festival 2025 sukses menghadirkan diskusi yang membedah arah dan tantangan profesi arsitek ke depan.

Tayang:
Editor: Muh. Abdiwan
TRIBUN TIMUR/Muh. Abdiwan
DISKUSI ARSITEK - Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sulawesi Selatan menggelar diskusi dengan tema "Sinkronisasi Peran Arsitek terhadap Asosiasi Profesi" di Benteng Rotterdam, Makassar, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini rangkaian gelaran East Design Festival 2025 yang sukses menghadirkan diskusi yang membedah arah dan tantangan profesi arsitek ke depan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tembok tua Benteng Fort Rotterdam baru saja menjadi saksi sejarah bersatunya visi para arsitek dan pelaku konstruksi di Indonesia Timur akhir pekan lalu.

Gelaran East Design Festival 2025 sukses menghadirkan diskusi yang membedah arah dan tantangan profesi arsitek ke depan.

Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sulawesi Selatan berhasil mempertemukan tokoh-tokoh kunci dalam sesi "Sinkronisasi Peran Arsitek terhadap Asosiasi Profesi" pada Sabtu (13/12/2025).

Diskusi strategis yang berlangsung mulai pukul 16.00 WITA tersebut berjalan dinamis dengan antusiasme tinggi dari ratusan peserta yang memadati lokasi.

Forum ini terbukti efektif menjadi wadah dialektika "kelas berat" untuk menjawab tantangan zaman bagi profesi arsitek masa kini.

IAI Sulsel sukses mendudukkan para raksasa industri konstruksi dan properti di Sulawesi Selatan dalam satu panggung diskusi.

Hadir langsung memberikan pandangannya Ketua DPP INKINDO Sulsel, Satrya Madjid bersama Wakil Ketua DPP REI, Muh Arief Mone.

Suasana diskusi makin hidup dengan paparan tajam dari Ketua DPD PERKINDO Sulsel, Musmulliyadi dan akademisi UNHAS, Ihsan Latief.

Nur Aman Hammado yang bertindak sebagai moderator sukses memandu jalannya pertukaran pikiran yang kritis namun tetap konstruktif tersebut.

Ketua IAI Sulawesi Selatan Ar Andi Syahriyunita IAI menyampaikan apresiasinya atas kelancaran acara yang menjadi bagian penting dari semangat "Energi Baru" festival ini.

Dalam momen tersebut, ia kembali menekankan pesan kuat agar arsitek tidak terlena dengan zona nyaman administratif semata.

"Peran strategis arsitek dalam IAI tidak boleh lagi dipandang sempit hanya sebatas pemenuhan syarat keprofesian administratif," tegas Andi Syahriyunita di sela-sela acara.

Ia mengajak seluruh arsitek yang hadir untuk berani mengambil peran lebih besar melampaui sekadar urusan teknis desain.

"Melalui forum ini, saya mengajak rekan-rekan arsitek untuk berkontribusi nyata dalam perumusan kebijakan, penentuan standar praktik yang ideal, serta penegakan kode etik," tambahnya.

Kesuksesan mengumpulkan petinggi REI, INKINDO, dan PERKINDO dalam satu meja menjadi bukti IAI Sulsel kini telah menjadi simpul kolaborasi yang kuat.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved