Profil Kecamatan
Profil Kecamatan Ujung Tanah dan Sejarah Singkat Pelabuhan Paotere
Ujung Tanah, satu dari 11 kecamatan yang ada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Muh Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kecamatan Ujung Tanah, satu dari 11 kecamatan yang ada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Posisi Kecamatan Ujung Tanah, berada di sisi utara kota berpenduduk 1,4 juta jiwa ini.
Di sana, terdapat Pelabuhan Paotere yang dibangun di abad 16 era Kerajaan Gowa-Tallo.
Sumber lain, juga ada yang menyebut Pelabuhan Paotere dibangun di abad 14.
Dalam catatan sejarah, pelabuhan itu dibangun Raja Tallo ke-2 Karaeng Same'ri Liukang (Samarluka) Daeng Marewa.
Pelabuhan di semenanjung pesisir utara lota ini, menjadi saksi sejarah hubungan perdagangan Makassar dan Portugis.
Begitu juga saat era peperangan Kerajaan Makassar (koalisi Gowa-Tallo) melawan VOC.
Baca juga: Profil Kecamatan Ujung Pandang Makassar, Kota Tua dengan Berbagai Ikon Sejarah
Pelabuhan Paotere juga disebut bagian dari denyut nadi maritim Makassar.
Di sanalah lalu lintas perdagangan rempah-rempah dilangsungkan di masa kerajaan.
Lokasinya di Jl Sabutung, Kelurahan Gusung, Kecamatan Ujung Tanah.
Di pelabuhan tua itu, ada puluhan hingga kapal berlabuh.
Mulai jenis karoro, jolloro, katinting hingga Phinisi.
Kapal-kapal itu, didominasi kapal pencari ikan, pengangkut barang hingga penumpang antar pulau.
Selain itu, juga terdapat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di kawasan Pelabuhan Paotere.
Pelabuhan ini, ramai sejak dini hari hingga malam hari. Nyaris tak pernah sepi aktivitas manusia 24 jam.
"Karena berada di daerah pesisir maka mayoritas penduduk kami itu berprofesi sebagai nelayan," kata Camat Ujung Tanah Amanda Syahwaldi, kepada tribun, Rabu (10/12/2025).
Selain menjadi pusat aktivitas perekonomian warga kata Amanda, Pelabuhan Paotere dengan sejarahnya juga menjadi potensi wisata di Kecamatan Ujung Tanah.
"Pelabuhan rakyat Paotere yang sudah ada sejak tiga ratusan tahun. Jadi ikon kota Makassar," ujar Amanda
"Inilah yang perlu dikembangkan di wilayah kecamatan ujung Tanah, potensi wisata ini," lanjutnya.
Meski demikian, Amanda selaku Camat Ujung Tanah, mengaku tidak dapat berbuat banyak untuk mengembangkan potensi wisata di Pelabuhan Paotere.
Pasalnya, kata dia, Pelabuhan Paotere masuk dalam otoritas kesyahbandaran
"Tapi karena ini berada di dalam otoritas dari kesyahbandaran, jadi peran kami di kecamatan tidak terlalu maksimal," ucapnya.
Selain wisata sejarah, di Kecamatan Ujung Tanah juga tersaji aneka wisata kuliner.
Tentunya, wisata kuliner yang khas adalah terkait menu hasil laut, seperti aneka seafood.
"Adapun kuliner, beberapa rumah makan sudah terkenal di sini. Seperti rumah makan Paotere, Pallu Kaloa, dan beberapa yang sudah terkenal di luaran sana," terangnya.
Data yang diperoleh dari Amanda, Kecamatan Ujung Tanah kini berpenduduk 32.252 jiwa.
Pada Tahun 2023, jumlah penduduk Kecamatan Ujung Tanah sebanyak 46.817 jiwa. Terdiri dari 23.285 laki-laki, 23.532 perempuan.
Kepadatan mencapai 8.736 jiwa per kilometer persegi.
Pertumbuhan penduduk positif, sekitar 0,41 persen setiap tahun.
Sebagai kawasan pesisir, Ujung Tanah berhadapan dengan Selat Makassar di sisi utara dan barat.
Di sis selatan, Ujung Tanah berbatasan dengan Kecamatan Wajo dan Bontoala, sementara di timur berbatasan dengan Kecamatan Tallo.
Dengan luas wilayah 594 hektar atau 5,94 kilometer persegi, terdapat sembilan kelurahan di dalamnya.
Dari sembilan kelurahan itu, terdapat 143 Rukun Tetangga (RT) dan 35 Rukun Warga (RW).
Fasilitas peribadatan terdapat 28 masjid dan satu gereja protestan.
Untuk fasilitas perbankan, ada satu bank BUMN dan dua bank swasta.
Untuk sarana perdagangan terdapat empat kawasan pertokoan.
Sementara untuk sarana pendidikan, terdapat 24 sekolah.
Dan untuk layanan kesehatan, terdapat satu rumah sakit TNI AL dan dua Puskesmas.
Selain rumah sakit Jala Ammari TNI AL, di Ujung Tanah pulalah berdiri markas Lantamal VI Makassar yang kini bernama Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI.
Kemudian, di Ujung Tanah juga berdiri Depo Pertamina Makassar atau Terminal Bahan Bakar Minyak.(*)
| Profil Kecamatan Ujung Pandang Makassar, Kota Tua dengan Berbagai Ikon Sejarah |
|
|---|
| Profil dan Jejak Pertumbuhan Tamalate: Hotel, Pusat Belanja, Hunian Modern, hingga Kemacetan |
|
|---|
| Profil Kecamatan Mariso: Wilayah Pesisir Selat Makassar Dihuni 48 Ribu Jiwa |
|
|---|
| Asal Usul Mamajang, Nama Tokoh Diabadikan Jadi Kecamatan di Kota Makassar |
|
|---|
| Profil Kecamatan Makassar: 74 Ribu Warga Bermukim di Wilayah dengan Luas 2,52 Km Persegi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251210_PROFIL-KECAMATAN-UJUNG-TANAH_profil-kecamatan-ujung-tanah-2025.jpg)