Tim Sulsel Rawat 129 Warga Sumbar, Keluhan ISPA Hingga Penyakit Kulit
Tim menemhus di tiga titik pengungsian di Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim medis dan kedaruratan Pemerintah Provinsi (Pemprov) kini sedang bekerja di wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel dr Evi Mustikawati Arifin melaporkan tim Pemprov Sulsel yang berada di Sumatera Barat terdiri dari enam tenaga kesehatan.
Termasuk dokter spesialis bedah, penyakit dalam, dan saraf.
Tim menemhus di tiga titik pengungsian di Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Perjalanan menuju lokasi sangat sulit akibat longsor dan jalan tertutup lumpur.
Sehingga tim harus berjalan kaki sambil membawa peralatan medis.
Dari Sumatera Barat, tim Sulsel memberikan pelayanan kesehatan kepada 129 pasien.
Mayoritas dengan keluhan ISPA, penyakit kulit, dan sakit kepala.
Tim juga melakukan tindakan bedah minor seperti drainase abses dan ekstraksi kuku pada jari yang terinfeksi.
Sedangkan di Sumatera Utara, tim beranggotakan lima orang.
Termasuk dokter spesialis bedah vaskuler dan spesialis anestesi, memberikan layanan di posko Kecamatan Hinai.
Kondisi jalan yang sebagian masih tergenang banjir membuat mobilisasi tim terhambat.
Di Siumatera Utara ada 102 pasien dari berbagai keluhan seperti ISPA, febris, dispepsia, hingga low back pain.
Menurut Evi, tindakan bedah minor berupa debridement juga dilakukan di lokasi pengungsian.
Karena itu, pihaknya akan terus memantau kondisi lapangan dan menyiapkan opsi penambahan personel jika situasi darurat masih berlanjut.
Tim Pemprov Sulsel yang ditempatkan di Aceh juga bekerja aktif di tiga wilayah bencana.
Mereka berkolaborasi dengan tim dari Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk melakukan operasi terhadap korban yang membutuhkan tindakan ortopedi.
Hingga saat ini, layanan telah diberikan kepada, 38 pasien anak, 104 pasien dewasa, dan 3 pasien trauma yang direncanakan menjalani operasi ortopedi
Kata Evi, Tim medis Sulsel di Aceh juga bertugas melakukan evakuasi pasien ke rumah sakit rujukan untuk penanganan lanjutan.
“Insya Allah kami akan terus memantau dan mengevaluasi perkembangan tim yang ada disana,” kata dr. Evi dalam keterangannya pada Jumat (5/12/2025).
Koordinator tim dokter, Arman Bausat menjelaskan prosesnya saat ini pemulihan pasca bencana.
"Sekarang ini sudah masuk tahap pascabencana. Situasi sebenarnya mulai stabil, tapi biasanya mulai muncul penyakit kulit, demam, batuk, atau keluhan akibat stres pascabencana," kata Arman Bausat.
Tim Sulsel terus bergerak menangani korban di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih
| Gerindra Desak Pemprov Sulsel Cari Solusi Tutupi Defisit Rp91 M: Jangan Bebani Rakyat Lewat Pajak |
|
|---|
| Fraksi PKB Kritik Keras Pengelolaan Aset Pemprov Sulsel Rp18,3 Triliun, Dinilai Tak Maksimal |
|
|---|
| Bayar Rp60 Juta Demi Masuk Satpol PP Sulsel, 2 Korban Mengaku Tak Digaji 2 Tahun |
|
|---|
| Legislator Pahidin HDK Tagih Utang Pemprov Sulsel Rp 22 M untuk Warga Miskin Bulukumba |
|
|---|
| DPRD Sulsel Warning Pemprov soal Utang Proyek Rp46 Miliar dan Cicilan Dana PEN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Tim-Pemprov-Sulsel-saat-meninjau-titik-pengungsian-di-Maninjau.jpg)