Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

BKGN 2025 di Makassar, Periksa Gigi dan Gusi Gratis Tanpa Cemas dan Ribet

BKGN tahun ini memberi layanan gratis untuk 28.000 masyarakat di 30 FKG dan RSGMP seluruh Indonesia.

Tayang:
Editor: Muh. Abdiwan
TRIBUN TIMUR/Muh. Abdiwan
BKGN 2025 - Sejumlah siswa mengikuti acara gosok gigi bersama saat Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2025 di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) Universitas Hasanuddin Jl Kandea Makassar, Rabu (3/12). Kegiatan yang berlangsung 3-5 Desember tersebut mengusung tema Cek Gigi dan Gusi, Bebas Biaya, Bebas Cemas, Bebas Ribet untuk memberikan edukasi terkait kesehatan gigi dan gusi serta pelayanan pemeriksaan gratis kepada masyarakat dengan target lebih dari 750 orang selama tiga hari. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Keluhan gigi dan gusi kini menjadi masalah kesehatan yang paling banyak dirasakan masyarakat Indonesia, namun masih sering dibiarkan hingga memicu penyakit serius.

Unilever Indonesia melalui brand Pepsodent bersama  Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), dan Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI) kembali menghadirkan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2025 di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) Fakultas Kesehatan Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin Makassar, Selasa (02/12/2025).

Tema tahun ini adalah “Cek Gigi dan Gusi – Bebas Biaya, Bebas Cemas, Bebas Ribet” dengan layanan gratis bagi masyarakat serta edukasi kesehatan mulut.

BKGN 2025 semakin istimewa karena band legendaris GIGI turut mengedukasi masyarakat lewat lagu yang digubah khusus mengenai kesehatan gusi.

Dekan FKG Unhas drg. Irfan Sugianto, M.Med.Ed., Ph.D, Sp.RKG mengatakan penyakit gusi adalah ancaman kesehatan yang sering tak disadari.

“Mendukung misi BKGN, kali ini kami memberikan perhatian khusus pada kesehatan gusi karena penyakit gusi adalah permasalahan gigi terbesar kedua di Indonesia namun masih sering terabaikan,” ujarnya.

Ia menambahkan penyakit gusi sering disebut silent killer karena gejalanya samar di tahap awal.

“Jika dibiarkan, penyakit gusi bisa mempengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh,” lanjut drg. Irfan.

drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Personal Care Community Lead Unilever Indonesia menjelaskan BKGN tahun ini memberi layanan gratis untuk 28.000 masyarakat di 30 FKG dan RSGMP seluruh Indonesia.

“Layanan ini mencakup pembersihan karang gigi, penambalan sederhana, aplikasi fluoride hingga pencabutan gigi,” tuturnya.

Ia memastikan masyarakat bisa mengakses layanan dengan mudah.

“Seluruh pelayanan di BKGN 2025 akan diberikan oleh dokter gigi berkompeten sehingga bebas cemas dan bebas ribet karena dapat mendaftar secara online,” kata drg. Mirah.

Direktur RSGMP Unhas Dr. Andi Tajrin, drg., M.Kes., Sp.BMM., Subsp.C.O.M (K) mengungkap kasus gusi di Makassar sangat tinggi.

“Selama satu tahun terakhir, jumlah keluhan gusi yang kami tangani telah mencapai 3.041 kasus,” bebernya.

Pada pelaksanaan BKGN 2025 di Makassar, pihaknya menargetkan memberikan pelayanan kepada 750 pasien.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved