Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemilihan Ketua RT RW Makassar

Curhat Wawali Makassar Aliyah Mustika Dihujat Karena Pemilihan RT/RW

Aliyah Mustika Ilham curhat dihujat lewat pesan WhatsApp terkait pemilihan Ketua RT/RW.

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribunnews.com/Siti Aminah
PEMILIHAN RT RW - Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, memimpin Rapat Koordinasi persiapan Pemilihan Ketua RT/RW di Ruang Rapat Sekda, lantai 3 Balai Kota Makassar, Rabu (26/11/2025). Ia mengaku mendapat banyak cacian terkait pemilihan RT/RW. 
Ringkasan Berita:
  • Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengaku mendapat cacian lewat pesan WhatsApp terkait Pemilihan Ketua RT/RW
  • Ia menegaskan tidak ikut campur, pemilihan sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat. 
  • Aliyah meminta camat mengawasi lurah agar netral dan tidak mengintervensi warga. Ia berharap pemilihan berjalan jujur, adil, dan bersih tanpa kegaduhan.
 
 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengaku mendapat banyak cacian terkait Pemilihan Ketua RT/RW.

Hal itu disampaikan Aliyah saat memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pemilihan Ketua RT/RW di Ruang Rapat Sekda, lantai 3 Balai Kota Makassar, Jl Jenderal Ahmad Yani, Rabu (26/11/2025).

Dalam rapat yang dihadiri Sekretaris Daerah Andi Zulkifli Nanda.

Hadir Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat Andi Anshar.

Di hadapan para asisten, staf ahli, Satpol PP, Kesbangpol, hingga jajaran camat, Aliyah mengungkapkan hampir setiap hari dirinya menerima pesan WhatsApp terkait pemilihan Ketua RT/RW.

Menurut Aliyah, pesan-pesan tersebut tidak hanya bernada kritis, tetapi juga mengandung kata-kata kasar tidak pantas.

“Dulu banyak pesan WhatsApp masuk terkait mutasi lurah. Kalau lurah itu masih santun bahasanya. Tapi sekarang, soal RT RW, sudah bukan santun lagi, melainkan caci maki,” ungkapnya di hadapan peserta rapat.

Aliyah menegaskan, dirinya bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hanya berperan sebagai pemantau jalannya pemilihan.

Mereka tidak terlibat langsung dalam persiapan teknis maupun proses pemilihan.

“Kami biarkan warga memilih siapa yang berhak dan siapa yang mereka inginkan,” tegasnya dengan nada pelan namun penuh makna.

Ia juga memberi penekanan kepada para camat agar mengawasi pergerakan lurah.

Baca juga: Irawati Calon Tunggal RT 03 RW 08 Borong, Kaget Tak Ada Lawan

Menurut Aliyah, lurah harus memahami mekanisme dan batasan dalam proses pemilihan, serta tidak merasa berkuasa hingga mengintervensi masyarakat.

“Mentang-mentang sudah duduk di posisinya sebagai penguasa, mungkin lurah ini belum punya pembekalan secara utuh terkait pemilihan RT RW,” ujarnya memperingatkan.

Aliyah menilai kondisi ini berpotensi besar memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Ia tidak menyangka gejolak pemilihan Ketua RT/RW bisa sebesar ini.

Selain itu, Aliyah menyinggung fenomena banyaknya calon bersikeras maju, bahkan ada yang sudah berusia lanjut namun tetap ingin mempertahankan jabatan.

“Posisi RT/RW ini jadi rebutan. Bahkan ada yang sudah umur 70 tahun masih mau bertahan. Mereka pamerkan ketokohannya, sampai tidak melihat lagi persyaratan yang kami tetapkan,” jelasnya.

Aliyah berharap pemilihan Ketua RT/RW di Makassar dapat berjalan jujur, adil, dan bersih.

Ia menekankan pentingnya netralitas aparat kelurahan dan kecamatan agar masyarakat benar-benar bisa menentukan pilihan tanpa tekanan. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved