Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kronologi OTK Serang Unismuh, 2 Mahasiswa Luka Serius Satu Kena Busur Panah

Menurut Humas Unismuh, Hadisaputra, aksi penyerangan oleh pelaku sekitar 14 orang, terjadi saat waktu masuk Ashar.

Tayang:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Munawwarah Ahmad
Polsek Rappocini
PENYERANGAN UNISMUH - Personel Reskrim Polsek Rappocini mendatangi TKP penyerangan OTK di Unismuh dan korban terkena anak panah di mata saat dirawat di rumah sakit, Kamis (30/10/2024). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar angkat bicara ihwal penyerangan orang tidak dikenal (OTK) yang melukai dua mahasiswanya, MS (22) dan NA (22), Kamis (30/10/2025).

Menurut Humas Unismuh, Hadisaputra, aksi penyerangan oleh pelaku sekitar 14 orang, terjadi saat waktu masuk ashar.

Pelaku memasuki area kampus dengan berjalan kaki tanpa bergerombolan.

"Berdasarkan pantauan kamera CCTV, mereka tidak datang secara bergerombol maupun menggunakan kendaraan," ujar Hadisaputra dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/11/2025).

"Mereka juga masuk tanpa menunjukkan senjata tajam atau penutup muka, sehingga keberadaannya tidak langsung terpantau oleh petugas keamanan," sambungnya.

Dari rekaman CCTV, lanjut Hadi, kelompok tersebut melintas di bawah balai sidang dan berkumpul sebelum menuju kawasan sekretariat organisasi kemahasiswaan.

Setelah berkumpul itulah, kata dia diduga mereka baru menggunakan penutup muka dan mengeluarkan senjata tajam.

"Sasaran utama kelompok ini diduga adalah salah satu organisasi mahasiswa intra kampus," ungkapnya.

Saat tiba di lokasi area sekretariat salah satu organisasi, kelompok tersebut kata Hadi, tidak menemukan anggota organisasi mahasiswa yang menjadi target.

Namun, di sekitar tempat tersebut terdapat beberapa mahasiswa Prodi Kehutanan yang sekretariatnya berdekatan.

"Diduga terjadi kesalahpahaman, yang berujung pada pemukulan terhadap salah satu mahasiswa Kehutanan (MS, 22 Tahun) hingga mengalami luka di bagian pelipis kanan," terangnya

Alat yang digunakan dalam pemukulan tersebut kata Hadi, belum bisa dipastikan.

"Apakah menggunakan senjata tajam, atau batu. Mahasiswa tersebut telah mendapat perawatan medis dan dipulangkan," jelasnya.

Melihat keributan itu, petugas keamanan kampus langsung berusaha menutup gerbang utama.

Namun, kata Hadi, kelompok tersebut telah menuju pintu keluar dan sempat bersitegang dengan petugas keamanan.

Dalam situasi itu, kata dia, salah satu pelaku melepaskan anak panah dengan busur ke arah mahasiswa yang merekam kejadian, menyebabkan luka di area sekitar mata kiri.

"Mahasiswa tersebut (N, 22 Tahun) masih mendapatkan perawatan medis," sebutnya.

Atas kejadian itu, Unismuh kata Hadi telah mengambil sikap dan langkah-langkah melalui rapat pimpinan, pada Jumat 31 Oktober 2025, kemarin.

Adapun poin hasil rapat itu;

1. Unismuh Makassar menyesalkan terjadinya insiden kekerasan di dalam kampus, yang diduga dilakukan secara terencana, dengan indikasi sebagaimana dijelaskan dalam kronologi kejadian.

Pihak keamanan Kampus telah berupaya membangun sistem yang bisa melakukan deteksi dini terhadap potensi gesekan dalam kampus, namun OTK yang melakukan penyerangan diduga secara terencana melakukan penyerangan dengan senyap.

2.Unismuh Makassar akan mendampingi dan menanggung seluruh biaya pengobatan mahasiswa yang terdampak serta memberikan dukungan moril dan psikologis agar mereka dapat kembali beraktivitas akademik dengan baik.

3. Meminta pihak kepolisian untuk memastikan kasus ini diusut sesuai hukum yang berlaku. Unismuh berharap tindakan teror di lingkungan kampus disikapi secara serius. Pimpinan Unismuh berkomitmen mengawal kasus ini hingga tuntas, demi memastikan kenyamanan lingkungan belajar bagi segenap sivitas akademika.

4. Selain mempercayakan kasus ini kepada pihak kepolisian, Unismuh juga akan melakukan penelusuran fakta terhadap insiden tersebut, termasuk menelusuri motif penyerangan. Apabila rangkaian kejadian tersebut melibatkan mahasiswa Unismuh, baik secara pribadi maupun organisasi, Pimpinan Unismuh akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan Peraturan dan Tata Tertib yang berlaku di Unismuh.

5. Mengimbau seluruh sivitas akademika untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas, dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Perkuliahan tetap berjalan seperti biasa.

Diberitakan sebelumnya, Dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dirawat di rumah sakit usai diserang kelompok orang tidak dikenal (OTK).

Informasi diperoleh, aksi penyerangan di dalam kampus yang berlokasi di Jl Sultan Alauddin itu, terjadi Kamis (30/10/2025) kemarin.

Sekelompok OTK bersenjata parang hingga anak panah busur, disebut masuk ke dalam kampus menyerang salah satu kelompok UKM.

Kapolsek Rappocini Kompol Ismail, yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu.

Ismail menjelaskan, aksi penyerangan itu terjadi secara mendadak.

Saat itu, korban sementara kerja bakti atau bersih-bersih dan merapikan pepohonan di dekat sekretariat mereka.

Tiba-tiba sekelompok pelaku diduga berjumlah 20 orang bertopeng, langsung menyerang.

"Iya betul. Jadi mahasiswa sementara kurvei (kerja bakti) tiba-tiba ada penyerangan," kata Ismail dikonfirmasi, Jumat (31/10/2025).

Akibat penyerangan itu, dua mahasiswa korban. Mereka berinisial MS (22) dan N (22).

MS dikabarkan terkena tebasan parang di bagian kepala.

Sementara N, terkena anak panah busur di bagian mata.

N pun harus dirawat di Rumah Sakit Mata.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved