Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sawerigading Institute Bongkar Ada Bos Tambang Serobot Lahan Warga di Luwu Timur, Siapa Dia?

Direktur The Sawerigading Institute (TSI) Asri Tadda mengatakan, FGD digelar untuk meninjau ulang arah kebijakan kawasan industri.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/KASWADI
FGD TSI - Direktur The Sawerigading Institute (TSI) Asri Tadda saat memberikan sambutan di  Focus Group Discussion (FGD) dengan Tema Investasi Kawasan Industri dan Kedaulatan Ekonomi Daerah: Siapa yang Diuntungkan? digelar di Meeting Room Lamuru dan Katamba Hotel MaxOne, Jl Taman Makam Pahlawan, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (17/10/2025). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  The Sawerigading Institute (TSI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan Tema Investasi Kawasan Industri dan Kedaulatan Ekonomi Daerah: Siapa yang Diuntungkan?

FGD digelar di Meeting Room Lamuru dan Katamba Hotel MaxOne, Jl Taman Makam Pahlawan, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (17/10/2025).

Hadir sebagai pembicara perwakilan Kementerian Investasi dan Hilirisasi Vela Sari, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perencanaan Investasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulsel, Direktur Huadi Bantaeng Industry Park (HBIP) Lily Dewi Candinegara, Guru Besar Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Andi Tamsil dan Akademisi Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo Abdul Rahman Nur.

Peserta berjumlah 60 orang dari berbagai latar belakang, seperti akademisi, pelaku industri, LSM, organisasi daerah dan jurnalis.

Direktur The Sawerigading Institute (TSI) Asri Tadda mengatakan, FGD digelar untuk meninjau ulang arah kebijakan kawasan industri.

Pasalnya, sejauh ini banyak masalah ditimbulkan oleh keberadaan kawasan industri.

Masalah timbul di kawasan industri diharap tidak terulang ketika ada dibuka kawasan industri di daerah lain.

Masalah banyak ditemui contohnya di kawasan industri Sulawesi Tengah (Sulteng), utamanya terkait mineral, tambang.

Di Sulsel, ada beberapa daerah yang baru mau kawasan industri.

Termasuk di Kabupaten Luwu Timur (Lutim).

Di lain sisi, hal ini tak  bisa ditolak karena bagian dari investasi.

Namun, masalah ditimbulkan dari kawasan industri selama ini bisa diatasi.

"Kita mau daerah yang sudah eksisting kawasan industri ini dengan segala problematikanya bisa menjadi catatan penting yang tidak kita ulangi kalau kita mau memulai," katanya saat ditemui Jumat (17/10/2025).

"Jangan cuma Lutim, tapi juga seluruh  kabupaten/provinsi yang mau memulai kawasan industri," tambahnya..

Asri Tadda mengungkapkan, salah satu masalah muncul di kawasan industri adalah konflik sosial, khususnya kepemilikan lahan yang tak pernah selesai.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved