Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

WNI Diculik Pasukan Israel

Keluarga Sempat Video Call Andi Angga Usai 4 Hari Diculik Israel

Andi Angga Prasadewa kini telah dipulangkan ke Istanbul, Turki usai dibebaskan otoritas Israel

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Muh. Sauki Maulana
ANDI ANGGA - Kolase foro relawan kemanusiaan Andi Angga Prasadewa (33) asal Sulawesi Selatan melakukan video call dengan keluarga dan kolega setelah dibebaskan otoritas Israel, Kamis (21/5/2026) malam dan ayahnya Andi Hamzah (54). Angga bersama sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya sebelumnya diamankan ketika kapal yang mereka tumpangi dicegat di perairan internasional dekat Siprus, Mediterania Timur, pada Senin (18/5/2026) saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina. 
Ringkasan Berita:
  • Andi Angga Prasadewa kini telah dipulangkan ke Istanbul, Turki usai dibebaskan otoritas Israel
  • Rombongan berangkat dari Turki melalui Marmaris Cruise Port bersama relawan internasional lainnya
  • Setelah empat hari ditahan, Angga dan rombongan WNI akhirnya dibebaskan pada Kamis (21/5/2026) malam

 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU – Aktivis kemanusiaan asal Sulawesi Selatan, Andi Angga Prasadewa (33), akhirnya dibebaskan otoritas Israel setelah sebelumnya ditahan saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.

Angga bersama sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya sebelumnya diamankan ketika kapal yang mereka tumpangi dicegat di perairan internasional dekat Siprus, Mediterania Timur, pada Senin (18/5/2026).

Mereka tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina di Gaza.

Rombongan berangkat dari Turki melalui Marmaris Cruise Port bersama relawan internasional lainnya.

Setelah empat hari ditahan, Angga dan rombongan WNI akhirnya dibebaskan pada Kamis (21/5/2026) malam.

Ayah Angga, Andi Hamzah (54), membenarkan kabar pembebasan tersebut.

Ia mengatakan, anak sulungnya kini telah dipulangkan ke Istanbul, Turki.

“Sudah bebas. Kemarin itu kita tahan dulu konfirmasi karena masih perjalanan dari Israel ke Turki,” ujar Andi Hamzah kepada Tribun-Timur.com di Dusun Kariako, Desa Buntu Karya, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Jumat (22/5/2026) sekutar pukul 11.39 Wita siang.

Menurutnya, pihak keluarga baru memastikan kabar tersebut setelah Angga tiba dengan selamat di Turki.

“Jadi tadi malam setelah dipastikan tiba di Turki, baru dikabarkan ke kolega,” katanya.

Saat ini, Angga bersama WNI lainnya masih berada dalam pendampingan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Turki.

Keluarga juga sempat melakukan video call dengan Angga setelah tiba di Istanbul.

“Dia mengaku sehat,” ujar Andi Hamzah.

Meski demikian, sembilan WNI tersebut tetap akan menjalani pemeriksaan kesehatan setibanya di Turki.

“Mau divisum semua di sana. Karena saya lihat dari video-video ada relawan lain selain Indonesia yang pulang sudah pakai kursi roda,” katanya.

Andi Hamzah mengaku bersyukur kondisi anaknya dalam keadaan baik.

Namun ia menduga Angga berusaha menenangkan keluarga dengan tidak menceritakan seluruh kondisi yang dialaminya selama penahanan.

“Tapi saya tahu dia tidak mau bilang supaya keluarga tidak khawatir,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Sugiono atas upaya pembebasan para WNI tersebut.

“Terima kasih juga kepada seluruh keluarga, kerabat, masyarakat Indonesia, dan semua pihak yang mengurus kebebasan Angga dan WNI lainnya,” katanya.

Pihak keluarga kini masih menunggu informasi lanjutan terkait jadwal kepulangan Angga ke Indonesia.

Menurut Andi Hamzah, handphone milik Angga juga sudah tidak ditemukan.

“Dia bilang dibuang ke laut. Takut kalau diperiksa tentara Israel malah memperburuk keadaan,” akunya.

Sebelumnya, Angga diketahui tergabung sebagai delegasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) bersama Rumah Zakat dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.

Ia berada di kapal Josef bersama relawan internasional lainnya.

Sementara itu, anggota DPRD Sulsel Dapil XI, Asni, turut menyampaikan keprihatinan atas peristiwa yang dialami Angga dan relawan Indonesia lainnya.

“Kami mengecam tindakan yang tidak manusiawi terhadap WNI yang sedang menjalankan misi kemanusiaan,” terangnya.

Asni mengaku mengenal Angga sebagai sosok yang memiliki jiwa sosial tinggi.

Angga juga disebut merupakan keponakannya dari jalur sang ibu, Sutrawati Kaharuddin (52).

Menurutnya, para relawan datang ke Gaza semata untuk misi kemanusiaan.

“Kehadiran para relawan, termasuk Andi Angga, bukan untuk kepentingan politik atau konflik, melainkan karena kepedulian terhadap kemanusiaan,” katanya.

Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved