Harga Aspal Naik
Harga Aspal Naik 40 Persen, Target Pengaspalan Jalan di Luwu Bakal Dipangkas
Kepala Dinas PUPR Luwu, Iksan Asaad, mengatakan lonjakan harga aspal memengaruhi proses tender proyek infrastruktur jalan.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU – Kenaikan harga aspal hingga 40 persen mulai berdampak pada proyek perbaikan jalan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Luwu mengaku harus melakukan penyesuaian target pekerjaan pengaspalan pada sejumlah ruas jalan tahun 2026.
Kepala Dinas PUPR Luwu, Iksan Asaad, mengatakan lonjakan harga aspal memengaruhi proses tender proyek infrastruktur jalan.
“Pasti berdampak sekali. Kemungkinan besar ada target yang berkurang,” kata Iksan Asaad kepada Tribun-Timur.com, Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 09.40 Wita pagi.
Menurutnya, kenaikan harga membuat volume pekerjaan yang sebelumnya direncanakan harus dihitung ulang.
Sebab, harga aspal, sambung Iksan, saat ini jauh lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
“Kemungkinan besar ada target yang berkurang, seperti panjang pengaspalan. Karena harga tahun lalu di bawah dari harga sekarang. Nantinya per kilometer akan berpengaruh,” jelasnya.
Iksan menjelaskan, pihaknya kini masih melakukan penyesuaian estimasi harga dalam proses tender proyek jalan.
“Contoh mungkin awal rencana aspal 300 meter, karena ada kenaikan harga aspal menjadi panjang 250 meter saja. Analoginya seperti ini,” ungkapnya.
“Estimasi harga kita masih lakukan perhitungan kembali,” tambah Iksan.
Meski demikian, proyek pemeliharaan jalan poros Bolong–Lamasi di Desa Padang Kalua, Kecamatan Lamasi, beberapa waktu lalu masih menggunakan harga aspal lama.
Hal itu karena vendor pelaksana masih memiliki stok aspal sebelumnya.
“Kemarin itu bersumber dari APBD 2026. Panjang 550 meter, dengan anggaran Rp1,1 miliar. Ini kegiatan pemeliharaan rutin,” beber Iksan.
Wakil Bupati Luwu, Muh Dhevy Bijak Pawindu, sempat meninjau langsung proses pengaspalan jalan poros Bolong–Lamasi pada Minggu (3/5/2026) lalu.
Peninjauan dilakukan atas arahan Bupati Luwu, Patahudding, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah memastikan pembangunan infrastruktur berjalan optimal.
Dalam kesempatan itu, Dhevy berharap perbaikan jalan dapat memperlancar aktivitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.
“Ini ditargetkan selesai malam ini, dan diharapkan dapat memudahkan arus transportasi masyarakat, termasuk mobilisasi perekonomian dan hasil pertanian,” akunya.
Ia menegaskan pemerintah daerah tetap berupaya memperbaiki infrastruktur jalan meski di tengah efisiensi anggaran.
“Kami berupaya semaksimal mungkin memperbaiki jalan yang rusak, termasuk mengusulkan lanjutan pembangunan melalui program Pemerintah Pusat, sehingga penanganan jalan ini bisa berkelanjutan,” ujarnya.
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/HARGA-ASPAL-Wakil-Bupati-Luwu-Sulawesi-Selatan-Muh-Dhevy-Bijak-Pawindu.jpg)