Waspada Teror Busur di Bua Luwu, Pengendara Diserang di Depan Bandara Lagaligo
Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka di bagian belakang tubuh setelah terkena anak panah.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
Selain itu, orang tua diminta lebih mengawasi aktivitas anak, khususnya remaja, agar tidak terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum.
“Kami berharap orang tua memantau aktivitas anaknya dan melarang keluar rumah jika tidak ada kepentingan mendesak,” tutupnya.
Salah satu pengendara, Darmansyah, mengaku resah dengan adanya teror busur yang terjadi di Bua.
Apalagi sebagai pekerja NGO, ia tak jarang melintas ke Kota Belopa, Kabupaten Luwu di malam hari.
"Perlu ditertibkan. Apalagi kalau aksi ini tanpa motif, hanya iseng dari pelaku, itu akan berpotensi menjadi fenomena yang akan menjadi tren di kalangannya," bebernya.
Darmanysah berharap, otoritas seperti Camat Bua dan Kapolres Luwu bisa turun tangan menangkap pelaku.
"Terutama mencari tahu akar masalahnya. Apalagi saat ini, di Luwu, beberapa konflik antar warga marak terjadi. Baru-baru ini terjadi di utara (Walmas). Jangan sampai ini terjadi lagi di Bua," tandasnya.
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana
| Harga Sapi Kurban di Luwu Kini Capai Rp 50 Juta Perekor |
|
|---|
| Nabung Rp200 Ribu dari Panjat Lontar, Emmaria Kini Naik Haji |
|
|---|
| BPBD Luwu Timur Catat 130 Rumah di Ussu Terendam Banjir |
|
|---|
| Tak Tega Lihat Antrean Panjang di RSUD I Lagaligo Wotu, Irwan Bachri Syam Minta Tambah Meja Layanan |
|
|---|
| Jumail Mappile ke Jamaah Lutra: Jaga Kesehatan, Tunjukkan Keramahtamahan Indonesia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Bagian-belakang-warga-Desa-Salu-Jambu-Kecamatan-Lamasi.jpg)