Waspada Teror Busur di Bua Luwu, Pengendara Diserang di Depan Bandara Lagaligo
Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka di bagian belakang tubuh setelah terkena anak panah.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU – Aksi teror busur kembali meresahkan pengguna jalan di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Seorang warga Desa Salu Jambu, Kecamatan Lamasi, menjadi korban panah busur saat melintas di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di depan Bandara Bua, Senin (4/5/2026) sekitar pukul 21.00 Wita malam.
Korban diketahui baru saja pulang dari Kecamatan Ponrang menuju kampung halamannya.
Namun saat melintas di lokasi kejadian, korban diduga diserang orang tak dikenal menggunakan busur.
Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka di bagian belakang tubuh setelah terkena anak panah.
Meski dalam kondisi terluka, korban sempat mengendarai kendaraannya menuju rumah kerabat di Desa Toddopuli sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
Korban kemudian dibawa ke RSUD Batara Guru Belopa dan saat ini menjalani operasi untuk penanganan medis.
Kapolsek Bua, AKP PY Catur Suhendra, membenarkan kejadian tersebut.
Ia menyebut insiden itu diduga dipicu sekelompok pemuda yang terprovokasi.
“Kejadian tadi malam sekitar jam 9 malam. Terprovokasi anak Labokke Desa Puty yang mengira ada musuh di luar. Sempat kami halau, tapi ada sebagian yang lolos ke jalan,” jelasnya kepada Tribun-Timur.com, Selasa (5/5/2026).
Kata dia, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penyerangan.
Catur mengakui dalam beberapa waktu terakhir gangguan keamanan kerap terjadi di wilayah Bua.
Karena itu, Polsek Bua bersama personel Polres Luwu akan meningkatkan patroli dan penyisiran pada malam hari.
“Polsek Bua dibantu personel Polres Luwu akan melakukan penyisiran rutin untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda untuk ikut menjaga keamanan lingkungan.
Selain itu, orang tua diminta lebih mengawasi aktivitas anak, khususnya remaja, agar tidak terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum.
“Kami berharap orang tua memantau aktivitas anaknya dan melarang keluar rumah jika tidak ada kepentingan mendesak,” tutupnya.
Salah satu pengendara, Darmansyah, mengaku resah dengan adanya teror busur yang terjadi di Bua.
Apalagi sebagai pekerja NGO, ia tak jarang melintas ke Kota Belopa, Kabupaten Luwu di malam hari.
"Perlu ditertibkan. Apalagi kalau aksi ini tanpa motif, hanya iseng dari pelaku, itu akan berpotensi menjadi fenomena yang akan menjadi tren di kalangannya," bebernya.
Darmanysah berharap, otoritas seperti Camat Bua dan Kapolres Luwu bisa turun tangan menangkap pelaku.
"Terutama mencari tahu akar masalahnya. Apalagi saat ini, di Luwu, beberapa konflik antar warga marak terjadi. Baru-baru ini terjadi di utara (Walmas). Jangan sampai ini terjadi lagi di Bua," tandasnya.
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana
| Harga Sapi Kurban di Luwu Kini Capai Rp 50 Juta Perekor |
|
|---|
| Nabung Rp200 Ribu dari Panjat Lontar, Emmaria Kini Naik Haji |
|
|---|
| BPBD Luwu Timur Catat 130 Rumah di Ussu Terendam Banjir |
|
|---|
| Tak Tega Lihat Antrean Panjang di RSUD I Lagaligo Wotu, Irwan Bachri Syam Minta Tambah Meja Layanan |
|
|---|
| Jumail Mappile ke Jamaah Lutra: Jaga Kesehatan, Tunjukkan Keramahtamahan Indonesia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Bagian-belakang-warga-Desa-Salu-Jambu-Kecamatan-Lamasi.jpg)