Pasir Putih dan Ombak Tenang, Pantai Pannori Luwu Jadi Magnet Wisatawan Saat Libur Lebaran
Pantai Pannori berada di kecamatan yang lokasinya berbatasan dengan Kabupaten Wajo jaraknya berkisar 31 kilometer.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Wisata alam Pantai Pannori, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan ramai dikunjungi wisatawan lima hari pasca lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Pantai Pannori berada di kecamatan yang lokasinya berbatasan dengan Kabupaten Wajo.
Jarak pantai ini dari Ibukota Luwu, Belopa, berkisar 31 kilometer.
Untuk bisa mengaksesnya, dibutuhkan waktu 40 menit berkendara melewati Jl Poros Makassar-Palopo.
Destinasi wisata alam ini menjadi pilihan wisatawan lokal dan luar daerah untuk selama masa libur lebaran.
Pantai yang berlokasi di Desa Temboe ini menawarkan hamparan pasir putih dengan kejernihan perairan Teluk Bone.
Memberikan ruang bagi pengunjung untuk sekadar bersantai atau berolahraga ringan di pinggir pantai.
Keberadaan pepohonan yang rindang di sepanjang pesisir juga menambah kesejukan.
Ditambah tebing cantik yang bisa dijadikan latar swafoto para wisatawan.
Karena karakteristik ombaknya yang relatif tenang, menjadikannya destinasi favorit bagi keluarga.
Terutama keluarga yang embawa anak-anak untuk berenang dengan aman.
Fasilitas yang tersedia pun kian memadai.
Pengunjung dapat menemukan deretan gazebo untuk beristirahat.
Tersedia juga warung makan yang, banan boat, hingga fasilitas sanitasi yang terjaga.
Untuk bisa masuk, pengunjung dikenakan tarif Rp5 hingga Rp10 ribu per kendaraan.
Sementara untuk gazebo dikenakan tarif Rp50 ribu untuk satu kali pakai.
Saat Tribun-Timur.com datang, ratusan wisatawan sedang asyik menikmati panorama Pantai Pannori.
Mereka datang dengan keluarga dan teman, khusus untuk berlibur dan makan bersama.
Sebagian wisatawan terlihat sibuk membakar ikan segar di bibir pantai.
Salah satu pengunjung, Arif (27), memanfaatkan momen libur lebaran dengan menunjungi Pantai Pannori.
Ia datang bersama dengan temannya, yang sudah lama tak bertemu karena aktivitas pekerjaan masing-masing.
Kata Arif, salah seorang temannya baru temui lagi setelah lama merantau ke Sulawesi Tenggara.
"Sama teman-teman, sekaligus kumpul karena masih libur lebaran. Saya kurang lebih ada 20 orang," jelasnya saat ditemui di lokasi, Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 09.32 Wita pagi.
Arif menambahkan, Pantai Pannori jadi salah satu destinasi wisata unggulan di Luwu karena aksesnya yang mudah dijangkau.
"Pantai Pannori memang jadi salah satu tempat wisata favorit yang ada di sini (Luwu). Pertama lokasinya mudah diakses. Karena tidak jauh dari jalan poros. Kemudian pemandangannya bagus," akunya.
Termasuk fasilitas gazebo yang bisa digunakan untuk berkumpul dan makan bersama.
Pengunjung lain, Ardi, mengaku puas dengan panorama alam yang disajikan di Pantai Pannori.
"Karena lokasinya yang berhadapan dengan laut, suasananya sangat cocok untuk bersantai. Sambil melihat sunset juga pas sepertinya," jelasnya.
Kata Ardi, ia datang dari Larompong bersama kolega, sekaligus bernostalgia dan silaturahmi pasca lebaran.
"Sudah direncanakan satu hari sebelumnya, kebetulan momen libur lebaran. Jadi bisa reuni, mengingat kembali kejadian masa lalu," tandasnya.
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana
| Detik-Detik Rem Blong di KM 18 Jalur Tambang Malili, Sopir Dump Truck Meninggal di Tempat |
|
|---|
| Tambang Nikel Diduga Penyebab Banjir di Ussu, Legislator Lutim dan Walhi 'Serang' PT PUL |
|
|---|
| Stok Hewan Kurban di Luwu Capai 3.047 Ekor, 70 Persen Pasokan dari Luar Daerah |
|
|---|
| 4 Hari Hilang di Hutan Battang Barat Palopo, Indo Rampa Ditemukan Selamat |
|
|---|
| Bentrok Luwu Ancam Harga Gabah Anjlok, Camat Walenrang Jelaskan Alasannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260326-Suasana-wisata-alam-Pantai-Pannori.jpg)