Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mudik 2026

Arus Penumpang Bandara Lagaligo Bua Melonjak hingga 300 Persen

Arus mudik lewat jalur udara di Sulawesi Selatan mulai terasa. Penumpang di Bandara Lagaligo Bua melonjak hingga 300 persen dibanding awal Maret.

Tribun-timur.com/Muh. Sauki Maulana
  ARUS MUDIK - Suasana aktivitas penumpang di Bandara Lagaligo Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, jumlah penumpang pesawat melonjak hingga 300 persen dibandingkan awal Maret 2026. Pesawat Wings Air rute Bua–Makassar kini mengangkut hingga 80 penumpang setiap penerbangan. 
Ringkasan Berita:
  • Arus mudik udara di Sulawesi Selatan mulai meningkat. Penumpang di Bandara Lagaligo Bua, Luwu, melonjak hingga 300 persen dibanding awal Maret 2026. 
  • Pesawat Wings Air kini mengangkut hingga 80 penumpang setiap penerbangan. 
  • Sementara Bandara Arung Palakka Bone juga mencatat peningkatan penumpang di rute Morowali, Kendari, dan Balikpapan menjelang Lebaran.
 
 

TRIBUN-TIMUR.COM -  Pergerakan penumpang pesawat di Bandara Lagaligo Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mengalami peningkatan menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.

Lonjakan penumpang tercatat mencapai 60 persen hingga 300 persen dibandingkan awal Maret 2026.

Pesawat jenis ATR 72-500 dan ATR 72-600 milik Wings Air kini mengangkut sekitar 58 hingga 80 penumpang setiap penerbangan.

Padahal pada awal Maret lalu, kursi yang terisi hanya sekitar 20 hingga 30 penumpang.

Station Manager Wings Air Bandara Lagaligo Bua, Supriady, mengatakan mayoritas penumpang berasal dari rute Bua menuju Makassar.

Pada 13 Maret 2026 tercatat 80 penumpang berangkat dari Bua menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Kemudian pada 14 Maret jumlah penumpang tercatat 46 orang. Sementara pada 15 Maret jumlahnya meningkat menjadi 77 orang.

Menurut Supriady, sebagian besar penumpang merupakan penumpang lanjutan yang akan melanjutkan perjalanan ke kota lain.

“Yang saya lihat kebanyakan penumpang lanjutan. Tujuan setelahnya Jakarta atau Surabaya,” kata Supriady di Bandara Bua, Senin (16/3/2026) sekitar pukul 10.01 Wita.

Sementara itu, untuk penerbangan dari Makassar menuju Bua, mayoritas penumpang didominasi pemudik lokal yang pulang ke wilayah Luwu Raya.

Pada 13 Maret tercatat 58 penumpang dari Makassar menuju Bua. Kemudian pada 14 Maret jumlahnya naik menjadi 59 orang. Sedangkan pada 15 Maret tercatat 63 penumpang.

Di tengah meningkatnya jumlah penumpang, harga tiket penerbangan rute Makassar-Bua justru mengalami penurunan.

Supriady menjelaskan harga tiket Makassar-Bua saat ini berkisar Rp1,1 juta hingga Rp1,25 juta.

Sementara tiket rute Bua-Makassar berada pada kisaran Rp900 ribu hingga Rp1,15 juta.

Harga tersebut turun sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu dibandingkan harga normal.

Selain itu, calon penumpang diminta memperhatikan perubahan jadwal operasional penerbangan, khususnya pada hari Rabu dan Jumat.

Jadwal keberangkatan dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar yang sebelumnya pukul 08.10 Wita kini bergeser menjadi pukul 10.50 Wita.

Sementara penerbangan dari Bandara Lagaligo Bua menuju Makassar yang sebelumnya pukul 09.30 Wita kini berubah menjadi pukul 12.30 Wita.

Meski terjadi perubahan jadwal, frekuensi penerbangan tetap berjalan normal.

“Untuk frekuensi, setiap hari tetap ada satu penerbangan. Namun khusus hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu kami melayani dua kali penerbangan, pagi dan sore,” ujar Supriady.

Di sisi lain, pengelola Bandara Lagaligo Bua mulai menyiapkan berbagai langkah menghadapi puncak arus mudik.

Ketua Tim Teknik, Operasional, Keamanan, dan Pelayanan Darurat (TOKPD) Bandara Lagaligo Bua, Musrim, mengatakan pihaknya telah membuka posko mudik untuk memberikan pelayanan maksimal kepada penumpang.

Selain itu, pengawasan di area pergerakan pesawat atau airside juga diperketat.

Pengecekan fasilitas vital penerbangan seperti lampu landasan pacu dilakukan setiap pagi.

“Kami tidak main-main dengan aspek keselamatan. Unit listrik memastikan fasilitas penerbangan berfungsi normal. Dari sisi keamanan, pemeriksaan penumpang di area terbatas juga kami perketat,” kata Musrim.

Selain aspek keselamatan, pihak bandara juga meningkatkan pelayanan di area terminal.

Kebersihan toilet, ruang tunggu, serta fasilitas terminal menjadi perhatian utama selama masa angkutan Lebaran.

Hingga sepekan menjelang puncak arus mudik, kondisi cuaca di wilayah Luwu dilaporkan cukup baik.

“Sejauh ini cuaca bagus, tidak ada jadwal pesawat yang mengalami penundaan atau delay,” katanya.

Bandara Arung Palakka Bone Juga Ramai

Aktivitas penumpang di Bandara Arung Palakka, Kabupaten Bone, mulai meningkat menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Lonjakan penumpang terlihat dalam beberapa hari terakhir, terutama pada rute Morowali, Kendari, dan Balikpapan.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Arung Palakka, Andi Indar Gunawan, mengatakan peningkatan jumlah penumpang mulai terjadi sejak 13 Maret 2026.

“Sejak tanggal 13 itu peningkatan penumpang sudah cukup signifikan, terutama pada tiga rute yaitu Morowali, Kendari, dan Balikpapan,” ujarnya di Bandara Arung Palakka, Jalan Bandara, Kelurahan Mappolo Ulaweng, Kecamatan Awangpone, Senin (16/3/2026).

Indar menambahkan beberapa jadwal penerbangan bahkan hampir selalu penuh.

“Kalau untuk penerbangan yang ada sekarang ini, rata-rata penumpangnya selalu penuh atau full,” katanya.

Mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode angkutan Lebaran, pihak bandara menyiapkan posko pelayanan di area terminal.

Posko tersebut mulai beroperasi sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026.

“Petugas kami tempatkan di posko untuk membantu memberikan pelayanan dan informasi kepada para pengguna jasa bandara,” ujarnya.

Meski jumlah penumpang meningkat, hingga saat ini belum ada penambahan jadwal penerbangan di Bandara Arung Palakka.

“Untuk saat ini belum ada penambahan flight karena masih bisa tercover dengan jumlah penumpang yang ada,” kata Indar.

Ia menambahkan masyarakat masih dapat memesan tiket secara daring melalui berbagai aplikasi perjalanan seperti Traveloka dan Tiket.com.

Peningkatan jumlah penumpang diperkirakan masih akan terus terjadi seiring mendekatnya Lebaran Idulfitri tahun ini.

Salah satu penumpang tujuan Balikpapan, Randi (32), mengaku memilih berangkat lebih awal untuk menghindari lonjakan penumpang mendekati hari Lebaran.

“Biasanya kalau sudah dekat Lebaran makin ramai. Jadi saya pilih berangkat lebih awal supaya tidak terlalu padat,” ujarnya.

Ia juga mengaku puas dengan pelayanan di Bandara Arung Palakka.

“Petugasnya cukup ramah dan membantu kalau ada yang ingin bertanya soal jadwal penerbangan,” katanya. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved