DPRD Sulsel: Gelombang Aksi DOB Luwu Raya Lahir dari Harapan Pemerataan Pembangunan
DPRD Sulsel menilai gelombang demonstrasi lahir dari harapan besar pemerataan pembangunan dan kebutuhan objektif masyarakat.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- Gelombang unjuk rasa menuntut DOB Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah kembali menguat jelang HJL dan HPRL.
- DPRD Sulsel menilai aksi tersebut lahir dari harapan besar pemerataan pembangunan. Demonstrasi berulang menutup jalur Trans Sulawesi dan diperkirakan masih akan berlanjut.
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Gelombang unjuk rasa menuntut pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah kembali mengemuka di wilayah Luwu Raya, Sulawesi Selatan.
Aksi tersebut kian menguat menjelang peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80.
Di Kabupaten Luwu, demonstrasi tercatat berlangsung dua kali di lokasi berbeda.
Aksi pertama digelar di gapura perbatasan Kabupaten Luwu-Wajo, Kecamatan Larompong Selatan, Kamis (15/1/2026).
Puluhan demonstran memblokade jalan menggunakan mobil komando.
Asap hitam dari ban bekas yang dibakar mengepul ke udara.
Di gapura selamat datang Bumi Sawerigading, demonstran membentangkan spanduk sepanjang sekitar 15 meter bertuliskan “Selamat Datang di Provinsi Luwu Raya”.
Aksi serupa kembali terjadi di perbatasan Kota Belopa, Rabu (21/1/2026) siang.
Massa menutup Jalan Poros Makassar-Palopo dengan batang kayu yang disusun melintang.
Mobil komando diparkir di badan jalan sambil orasi disampaikan secara bergantian.
Penutupan jalur Trans Sulawesi itu mengakibatkan kemacetan kendaraan mengular hingga sekitar enam kilometer.
Anggota DPRD Sulsel Daerah Pemilihan (Dapil) XI, Asni, memandang gelombang unjuk rasa tersebut sebagai wujud ketulusan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
Politisi yang mewakili wilayah Luwu, Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur itu menilai, tuntutan DOB lahir dari kebutuhan objektif dan harapan besar terhadap pemerataan pembangunan.
“Saya memandang aspirasi masyarakat ini lahir dari kebutuhan yang objektif dan harapan besar pemerataan pembangunan,” ujar Asni kepada Tribun-Timur.com, Kamis (22/1/2026) sore.
Kader PAN tersebut menyatakan komitmennya untuk mengawal perjuangan DOB Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah melalui jalur konstitusional.
| 387 Jamaah Haji Maros Masuk Asrama Haji Sudiang, Bupati dan Wabup Pantau Layanan One Stop Service |
|
|---|
| DPP Siapkan Musda Golkar Sulsel Sebelum Lebaran, Calon Mengerucut 2 Nama |
|
|---|
| 1.200 Personel Gabungan Siaga Aksi May Day 2026 di Makassar |
|
|---|
| Pinrang Tertinggi Capaian Sertifikat Keamanan Pangan di Sulsel |
|
|---|
| Asmo Sulsel Rayakan Anniversary ke-8 HPCI Makassar Lewat Aksi Sosial dan Edukasi Safety Riding |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-22-januari-demo-luwe-raya-1.jpg)