Hikmah Lutra Dukung Pemekaran Provinsi Luwu Raya
Hikmah Lutra menilai pemekaran penting untuk mendekatkan negara ke masyarakat dan mempercepat pembangunan Tanah Luwu.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Sukmawati Ibrahim
“Jika pusat pemerintahan lebih dekat, tidak ada lagi alasan menunggu keputusan dari jauh. Masyarakat membutuhkan pelayanan yang hadir tepat waktu dan pembangunan yang benar-benar terasa hingga ke desa,” tegasnya.
Bidang Advokasi Hikmah Lutra, Dirga, menilai pemekaran Provinsi Luwu Raya juga berpotensi memperkuat perlindungan hak-hak masyarakat.
Kedekatan pusat pemerintahan dinilai akan mempermudah pengawalan kebijakan, penanganan konflik agraria, perlindungan masyarakat adat, serta pengawasan perizinan.
“Dengan provinsi sendiri, ruang advokasi akan lebih terbuka. Aspirasi masyarakat lebih cepat didengar, persoalan di lapangan tidak berlarut-larut, dan pengambilan kebijakan bisa lebih berpihak pada keadilan,” terangnya.
Hikmah Lutra berharap wacana pembentukan Provinsi Luwu Raya terus dikawal secara serius oleh seluruh pemangku kepentingan.
Menurut Dirga, isu pemekaran bukan hanya kepentingan jangka pendek, melainkan menyangkut arah pembangunan jangka panjang Tanah Luwu.
“Kami ingin Luwu Raya maju dengan cara yang adil, terencana, dan berkelanjutan. Jika semua pihak bekerja sama, Provinsi Luwu Raya bukan sekadar wacana, melainkan jalan nyata menuju kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati Luwu Utara, Andi Andullah Rahim (47), juga menyampaikan keinginannya agar wilayah Luwu Raya berpisah dari Provinsi Sulawesi Selatan.
Orasi dukungan pemekaran Provinsi Luwu Raya disampaikan di tengah jalan poros Sulawesi, Kecamatan Bungadidi, Kabupaten Luwu Utara, Senin (5/1/2026) sore.
Lokasi tersebut berada di perbatasan Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Luwu Timur.
Andi Rahim berdiri di atas mobil bak terbuka mengenakan seragam berwarna khaki, berbaur bersama masyarakat, pemuda, dan mahasiswa dari berbagai organisasi.
Massa aksi terdiri dari Pemilar, Pengurus Pusat Ikatan Kerukunan Mahasiswa Luwu Utara, Forum Komunikasi Pemuda Luwu Utara, Perhimpunan Mahasiswa Hukum DPC Kota Palopo, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), serta Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).
Dalam orasinya, Andi Rahim menilai aksi tersebut lahir dari cita-cita luhur pembentukan Provinsi Luwu Raya, telah diperjuangkan sejak masa Raja Kedatuan Luwu, Sri Paduka Datu Luwu Andi Djemma, pada kurun 1953–1963.
“Para pemuda hadir dengan perjuangan nurani, dengan semangat yang menggelora, membawa cita-cita besar untuk tanah kelahiran mereka, Tanah Luwu,” teriak Andi Rahim.
Ia mengaku memahami suara hati masyarakat, pemuda, dan mahasiswa menginginkan Provinsi Luwu Raya.
| Lewat REWAKO 2026, BI Sulsel Perluas Akses Pasar dan Digitalisasi UMKM |
|
|---|
| 7 Bulan Usai Dicopot Prabowo dari Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding Comeback Jadi Kepala Barantin |
|
|---|
| PLN UIP Sulawesi Perkuat Sinergi dengan Polda Sulsel untuk Dukung Proyek Strategis Nasional |
|
|---|
| Bocoran Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto: Putra Sulsel Comeback Dapat Jabatan Setingkat Menteri |
|
|---|
| Terungkap Alasan dan Syarat Usman Marham Ingin Maju Calon Ketua DPD I Golkar Sulsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-8-JANUARI-KKRL-LUTRA.jpg)