Sudah 2 Bulan 1400 Warga Malangke Luwu Utara Terendam Banjir
Karung itu lalu diisi pasir halus dengan harapan kuat menahan laju air agar tak masuk ke dalam rumah.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Sudirman
Di antara mereka terdapat 29 ibu hamil, 558 lansia, 330 balita, dan enam penyandang disabilitas yang masuk kelompok rentan.
Kerusakan yang ditinggalkan banjir juga tidak sedikit.
Sebanyak 34 rumah ibadah, 10 fasilitas kesehatan, delapan kantor pemerintahan, dan 27 fasilitas pendidikan terdampak.
Banjir juga merusak sekitar 121 kilometer jalan, 29 kilometer tanggul, 14 kilometer talud, serta enam jembatan.
"Di sektor pertanian, kerugian membentang lebih luas lagi. Sedikitnya 11.663 hektare lahan pertanian dan perkebunan terdampak banjir," ungkap Zulkarnain.
Bagi warga Desa Malangke, angka-angka itu hanyalah catatan dari persoalan yang terus berulang.
Yang mereka hadapi setiap hari adalah rumah yang tak kunjung kering, jalan yang sulit dilalui, dan lahan pertanian yang tak lagi bisa diharapkan.
Ketika banjir datang hampir setiap tahun, persoalannya bukan lagi sekadar bencana.
Ia telah berubah menjadi bagian dari kehidupan yang terpaksa dijalani warga.
Laporan Jurnalis Tribun Timur.com, Muh Sauki Maulana
| Hujan Turun 2 Jam, Air Rendam Jalan Sinjai sampai Lutut orang Dewasa |
|
|---|
| Longsor Terjang Rumah di Desa Sanjai, Banjir Rendam Desa Patalassang Sinjai Timur |
|
|---|
| Banjir Rendam 43 Hektare Sawah di Tellulimpoe, Petani Terancam Gagal Panen, Jembatan Ambruk |
|
|---|
| Dua Kuda dan Satu Sapi Mati Terseret Banjir di Sinjai Timur |
|
|---|
| Tiga Kapal Nelayan Hanyut saat Air Sungai Baringeng Sinjai Meluap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-06-06-Seorang-anak-di-Desa-Malangke-Kecamatan-Malangke-Luwu-Utara.jpg)