Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Inilah Bukti PT Ormat Geothermal Direstui Beroperasi di Luwu Utara, Pernah Kunjungi Pemprov Sulsel

Dalam instagram dituliskan Kepala DPMPTSP Prov Sulsel diskusi bersama PT Ormat Geothermal rencana eksplorasi panas bumi di Luwu Utara.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Instagram
PT ORMAT - PT Ormat Geothermal Indonesia saat melakukan pertemuan dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulsel 28 Januari 2026. Perusahaan berafiliasi Israel ini menanamkan investasi Rp1,5 Triliun di Luwu Utara. 

Perusahaan ini juga memiliki kepemilikan saham dalam konsorsium proyek PLTP Sarulla di Sumatera Utara.

Indonesia menjadi pasar strategis bagi Ormat mengingat posisinya sebagai negara dengan cadangan panas bumi terbesar kedua di dunia.

Perusahaan ini bahkan menargetkan peningkatan investasi hingga mendekati US$1 miliar atau sekitar Rp16,2 triliun hingga 2030 untuk pengembangan sejumlah proyek panas bumi di Tanah Air.

Ekspansi terbaru menyasar potensi panas bumi di Kabupaten Luwu Utara.

Berdasarkan studi awal pada 2024, tahap awal proyek ini akan diawali dengan pengeboran tiga sumur eksplorasi.

Potensi daya yang bisa dihasilkan diperkirakan mencapai 30 MW dengan nilai investasi sekitar Rp1,5 triliun.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyebut investasi tersebut akan mendorong penguatan infrastruktur, termasuk akses menuju wilayah Seko.

Letak Indonesia yang berada di jalur Cincin Api Pasifik membuat potensi energi panas bumi sangat besar.

Berbeda dengan energi berbasis fosil, geothermal bersifat stabil sepanjang tahun dan tidak tergantung kondisi cuaca, dengan tingkat emisi gas rumah kaca yang relatif rendah.

Langkah Ormat di Luwu Utara menambah daftar investasi sektor energi dan pertambangan di kawasan Luwu Raya.

Sebelumnya, sektor nikel di Luwu Timur dikelola PT Vale Indonesia, sementara tambang emas di Kabupaten Luwu dikelola PT Masmindo Dwi Area.

Data realisasi investasi Sulawesi Selatan 2025 mencatat Luwu Timur dan Luwu masuk lima besar daerah penyumbang investasi.

Luwu Timur berada di peringkat kedua dengan nilai Rp4,2 triliun atau 21,53 persen dari total investasi Sulsel.

Sementara Luwu menyumbang Rp2,81 triliun atau 14,42 persen.

Dengan tambahan proyek panas bumi di Luwu Utara, kawasan Luwu Raya kian mengukuhkan diri sebagai salah satu pusat investasi energi dan sumber daya alam di Sulsel. (*)

 

 

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved