Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Rusdi Masse Mundur dari Nasdem

Direktur URC Al Gazali: Manuver RMS ke PSI Langkah Taktis Menuju Kursi Menteri

isu kepindahan RMS dari Partai NasDem ke PSI tidak bisa dibaca sebagai perpindahan politik biasa

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Erlan Saputra
RUSDI MASSE MUNDUR – Rusdi Masse Mappasessu saat masih menjabat Ketua DPW Partai NasDem Sulsel. 

Ringkasan Berita:
  • Pengamat politik Al Gazali, menilai PSI saat ini memiliki daya tawar politik yang kuat di tingkat nasional
  • Menurut Al Gazali, isu kepindahan RMS dari Partai NasDem ke PSI tidak bisa dibaca sebagai perpindahan politik biasa
  • Manuver tersebut disebut sebagai langkah strategis yang sarat perhitungan matang

 

TRIBUN TIMUR, MAKASSAR - Direktur Ujungpandang Research Center (URC), Al Gazali, menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) saat ini memiliki daya tawar politik yang kuat di tingkat nasional. 

Kondisi tersebut dinilai membuka peluang lebar bagi politisi senior Rusdi Masse Mappasessu (RMS) untuk masuk ke lingkaran pemerintahan apabila resmi bergabung dengan PSI.

Menurut Al Gazali, isu kepindahan RMS dari Partai NasDem ke PSI tidak bisa dibaca sebagai perpindahan politik biasa. 

Manuver tersebut disebut sebagai langkah strategis yang sarat perhitungan matang terhadap peta kekuasaan nasional ke depan.

“PSI berada pada posisi yang sangat strategis. Kedekatannya dengan pusat kekuasaan membuat partai ini memiliki daya tawar tinggi. Jika RMS bergabung, peluang untuk masuk kabinet sangat terbuka,” ujar Al Gazali, Sabtu (24/1/2026).

Ia menjelaskan, PSI saat ini diprediksi menjadi salah satu partai yang akan diperhitungkan dalam pembentukan pemerintahan mendatang. 

Dengan posisi tersebut, tokoh-tokoh berpengalaman yang bergabung ke PSI dinilai memiliki peluang besar untuk mengisi jabatan strategis, termasuk kursi menteri.

Terlebih, Presiden RI ke-7 Joko Widodo masih memiliki pengaruh signifikan dalam lingkaran kekuasaan nasional. 

Salah satu indikatornya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merupakan putra Jokowi.

Di sisi lain, PSI kini dipimpin Kaesang Pangarep, yang juga merupakan anak Jokowi.

Sehingga semakin menguatkan persepsi bahwa PSI memiliki kedekatan dan akses politik yang kuat dengan pusat kekuasaan pemerintahan.

“RMS adalah figur dengan rekam jejak lengkap. Beliau adalah mantan kepala daerah, pimpinan partai di tingkat provinsi, dan anggota DPR RI dua periode. Kombinasi ini jarang dimiliki politisi lain,” jelasnya.

Al Gazali menambahkan, pengalaman mantan Bupati Sidrap dua periode itu membesarkan NasDem di Sulsel menjadi bukti kapasitas kepemimpinan dan kemampuan konsolidasi politik yang kuat.

“PSI membutuhkan tokoh dengan basis massa riil dan pengalaman lapangan. RMS memenuhi semua itu. Karena itu, jika masuk PSI, ini akan menjadi win-win solution,” katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved